Rabu, 08 Mei 2013

10 Hukuman Mati Terkejam Yang Pernah Ada Di Dunia


Banyak negara dunia hingga kini masih mempraktikkan hukuman mati, seperti Amerika Serikat, Indonesia, maupun di negara-negara Timur Tengah. Namun pelaksanaannya cepat dan lebih manusiawi.
Zaman dulu, eksekusi betul-betul kejam dan menyiksa para terdakwa dengan pelan hingga membuat akhir hidup mereka layaknya neraka. Dilansir dari smashinglist.com, setidaknya ada 10 hukuman mati paling sadis dan tidak boleh digunakan lagi. Berikut ulasannya.

1.
Memisahkan bagian tubuh (dengan menariknya dengan kendaraan ke dua arah berlawanan)



 


Bayangkan betapa kejam metode hukuman  ini. Setelah sang kuda lari, tidak terbayangkan apa yang terjadi selanjutnya. Hukuman ini dilakukan dengan cara mengikat tubuh tereksekusi dengan rantai ke bebrapa arah berlawanan yang masing-masing ujung rantainya tersambung dengan kendaraan (misal kereta kuda) lalu kedua kendaraan tersebut bergerak berlawanan arah sehingga tubuh tereksekusi terkoyak dengan paksa.

Hukuman itu berlaku untuk laki-laki. Sementara perempuan diseret ke tempat yang sama dan dibakar hidup-hidup.

2. Ditusuk sampai mati



Ini salah satu hukuman mati terkejam dan sadis di dunia. Mereka dianggap bersalah bakal dilucuti pakaiannya lalu ditusuk dengan kayu panjang, mulai dari dubur, hingga mulut, atau mulai dari kemaluan hingga kepala. Setiap orang merenggang nyawa dengan cara paling menyakitkan, bahkan beberapa hari kemudian baru meninggal.

Kayu itu lalu ditancapkan di tanah. Mereka terkena hukuman mati kehabisan darah. Kekaisaran Yunani dan Romawi pernah memakai cara ini untuk para tahanan perang.

3. Direbus



Rusia dan Eropa ribuan tahun lalu pernah menggunakan cara hukuman mati sadis. Terdakwa bersalah direbus hidup-hidup dalam kuali dengan air mendidih, minyak, atau asam. Kematian berlangsung lambat dan menyakitkan.

Biasanya terdakwa dicelupkan area kepalanya terlebih dulu. Dia direbus sampai tidak bernyawa. Untuk memudahkan prosesnya, algojo memilih kuali kecil sehingga air atau minyak bakal cepat panas.

4. Mengeluarkan isi perut



Mengeluarkan isi perut merupakan hukuman mati pernah diterapkan di Jepang. Mereka dinyatakan bersalah harus memilih, melakukan itu sendiri atau meminta bantuan orang lain.

Jantung dan paru-paru merupakan organ terakhir tidak dikeluarkan. Ini untuk menjaga arwah mereka yang mati tidak penasaran.

5. Panggang hingga mati dalam Banteng Sisilia



Banteng Sisilia merupakan perangkat eksekusi rancangan Yunani kuno. Benda ini terbuat dari kuningan, berongga, dan bisa dibuka-tutup. Di bawahnya terletak kayu bakar untuk menyalakan api, sehingga terdakwa dipanggang sampai mati.

Rancangan telah dibuat dengan teknologi tinggi sehingga jeritan orang di dalamnya terdengar seperti lenguhan banteng ngamuk. Saat dibuka, tulang-tulang yang hangus terlihat bersinar dan dapat disusun menjadi perhiasan gelang atau kalung.

6. Roda Katrin



Roda Katrin merupakan perangkat eksekusi digunakan di abad pertengahan dan awal zaman modern. Si terdakwa diikat di atas roda dan dipukul daerah dada dengan gada atau palu besar sampai hancur.

Prancis, Jerman, Denmark, Swedia, Rumania, Amerika Serikat, dan Rusia, negara tercatat menggunakan metode ini.

7. Lingchi



Ini metode hukuman mati dengan cara menguliti si terdakwa. Lingchi dikenakan pada seseorang yang melakukan pelanggaran berat mungkin seperti membunuh anggota kerajaan.Hukuman ini digunakan di China dahulu,

Mereka yang dihukum bakal diikat di tiang tengah-tengah masyarakat dan dikuliti hidup-hidup. Beberapa daging menonjol seperti payudara atau kemaluan lelaki dipotong. Kadang terdakwa diberikan opium (candu) untuk menahan rasa sakit.

8.Menguliti 

 


Metode ini dapat dianggap sebagai metode hukuman yang paling menyakitkan. Menguliti  adalah mengelupaskan kulit dari tubuh. Umumnya, dilakukan usaha untuk mempertahankan keutuhan bagian kulit yang dikelupaskan. Contohpenerapan hukuman ini;

    * Yahu-Bidhi, penguasa Hamat, dikuliti hidup-hidup oleh orang-orang Asyur di bawah di era  Sargon II.
    * Menurut Herodotus, Sisamnes, hakim yang korup di era Cambyses II dari Persia dikuliti hidup sebagai hukuman karena telah  menerima suap. 
 

9. Ditarik berlawanan arah



Metode hukuman mati dengan cara ditarik berlawanan arah pernah digunakan di Persia. Ini dilakukan di hutan dan rawa-rawa. Tubuh si terdakwa ditarik dengan perahu atau diikat dengan pohon ke segala penjuru arah. Mereka dipaksa untuk menelan susu dan madu hingga mengalami diare. Madu bakal digosokkan ke seluruh tubuh untuk mengundang serangga sehingga penyiksaan menjadi lebih parah.

Hasil buangan atau feses terdakwa ditampung hingga menarik perhatian hewan-hewan menggelikan. Untuk beberapa kasus, mereka bakal terus diberi makan dan dibiarkan dalam keadaan diare. Pada akhirnya mengalami dehidrasi lalu mati perlahan-lahan.

10. Mencekik sampai mati



Metode eksekusi mencekik sampai mati ini dikenal dengan nama Garrote dan dipraktikkan pada abad 19 di banyak negara di Eropa, seperti Prancis dan Spanyol.

Terdakwa bakal diletakkan di atas kursi dan dicekik dengan alat belakangnya ada pemutar menyebabkan alat itu semakin ketat hingga mematahkan leher korban. Garrote dibuat dari logam.


SUMBER

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive

 
 
Copyright © MXM BERBAGI INFO
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo