Tampilkan postingan dengan label TOKOH ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH ISLAM. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

AZIM Premji (Muslim Terkaya di dunia)

AZIM Premji adalah pengusaha muslim paling kaya di jagat ini. Kekayaan pria berkebangsaan India ini, seperti dilansir The Wall Street Journal belum lama ini, ditaksir mencapai US$ 17 miliar. Pengusaha muslim terkaya berikutnya adalah Suleiman Kerimov, ”jawara” asal Rusia, dengan total kekayaan US$ 14 miliar. Sementara Naseer Al-Kharafi dari Kuwait berada di urutan ketiga, dengan kekayaan mencapai US$ 11 miliar.
Yang menarik dari sosok Azim, di negerinya, ia hidup di kalangan minoritas. Lebih dari itu, negeri yang lebih dari 80% penduduknya pemeluk agama Hindu ini, kerap diwarnai pertentangan antargolongan. Bahkan, konflik yang terjadi terkadang berkembang menjadi bentrokan berdarah. Itu sebabnya, janganlah heran, kehidupan antar-umat beragama di negeri ini—terutama di kalangan pemeluk Hindu dan Islam—selalu dibumbui rasa saling curiga.
Oleh karena itu, menjadi pebisnis muslim yang sukses di India, sesungguhnya merupakan prestasi tersendiri. Contohnya adalah Azim. Pengusaha yang kini seluruh rambutnya telah berwarna perak ini, berkibar lewat Wipro Ltd. Berkat perusahaan yang didirikannya ini—yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI), Azim jadi kesohor karena berhasil membangun kawasan silicon city di Bangalore, India. Lebih dari itu, ia juga menikmati berkahnya menjadi orang terkaya di India selama kurun waktu 1999-2005.

Azim juga dikenal sebagai sosok pengusaha di India yang berhasil menanamkan budaya bisnis modern yang mampu memanfaatkan arus globalisasi di negerinya. Nyatanya, banyak pengusaha muda di India yang mengikuti jejaknya. Kini mereka mulai berkiprah di bisnis internasional.

Salah satu kunci keberhasilan Azim dalam berusaha adalah ia tidak membawa atribut keagamaan. Semua dilakukannya, semata-mata dengan pertimbangan ekonomi. Antara lain, ia tak pernah membeda-bedakan 70 ribu pekerjanya berdasarkan agama yang dipeluknya. Bahkan di setiap hari besar agama Islam, Azim tak pernah meliburkan karyawannya.

Begitu pula halnya ketika ia memutuskan siapa di antara karyawannya yang layak menduduki posisi di tingkat top management, pertimbangannya hanya berdasarkan pada prinsip-prinsip profesional. Karena itu, bisa dimaklumi, hanya beberapa orang yang seagama dengannya yang dapat duduk di jajaran direksi.

Tidak itu saja, selama menjalankan bisnis Azim jarang menyatakan bahwa dirinya seorang muslim. Yang selalu dikatakannya adalah bahwa ia merupakan warga negara India. Azim sadar betul, itulah konsekuensi yang harus ditanggungnya ketika menjalankan bisnis di negara yang sangat rentan dengan perbedaan agama.

Dirinya juga sadar betul bahwa di negeri dengan penduduk mencapai satu miliar ini, sebagian besar dari mereka masih hidup miskin. Karena itu, ia tak mau menunjukkan kemewahan yang dimilikinya kepada publik. Hal ini patut dilakoninya, karena negeri ini masih begitu rentan terhadap isu kesenjangan sosial. Sebagai seorang miliarder, sejatinya, Azim tergolong sosok pengusaha yang amat bersahaja.

Itu sebabnya pula, ke mana ia pergi, kendaraan yang ditumpanginya hanya sedan Ford Escort produksi 1995. Bahkan tak jarang, ketika tiba di Bandara Mumbai di Bangalore dari perjalanan ke luar negeri, ia lebih memilih naik taksi ke kantornya ketimbang dijemput kendaraan perusahaan. Ia juga menolak disediakan tempat parkir khusus bagi kendaraannya. Sosoknya yang amat bersahaja inilah yang mengantarkan Azim menjadi salah satu tokoh muslim yang paling dihormati di negerinya.

BERMITRA DENGAN SEJUMLAH RAKSASA IT
Kiprah Azim di dunia bisnis dimulai saat ia harus menggantikan posisi ayahnya yang meninggal dunia pada 1966. Ketika itu, sang ayah berkedudukan sebagai Direktur Utama Vanaspati, tak lain perusahaan keluarga yang bergerak di industri pertanian—khususnya minyak biji bunga matahari—yang dirintisnya. Saat menerima tongkat estafet kepemimpinan, Azim masih berumur 21 tahun dan baru saja menyelesaikan studinya di Jurusan Electrical Engineering, Stanford University, Amerika.

Memasuki periode 1970-an, Azim pun mulai mengarahkan perusahaan keluarga itu ke bisnis teknologi. Produk perdananya adalah membuat komponen untuk mesin hidrolik. Hingga pada 1997, Azim pun perlu mengubah nama perusahaan menjadi Wipro Products Limited.

Sebagai salah seorang warga India yang sempat mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri, tampaknya, Azim memiliki visi bisnis yang cukup tajam. Ia begitu yakin bahwa di masa datang bisnis informasi teknologi akan memegang peranan penting di dunia. Pandangannya itu akhirnya dinyatakan secara sungguh-sungguh pada 1980, bertepatan dengan strategi perusahaan yang mulai difokuskan ke bidang IT.

Di Indonesia nama Wipro memang masih terdengar asing. Namun sesungguhnya, perusahaan ini merupakan rekanan bisnis dari berbagai perusahaan raksasa yang bergerak di bisnis informasi teknologi, seperti Sun Microsystems, General Electric, dan Motorola. Dalam kemitraan ini, pihak Wipro berperan memasok berbagai produk teknologi yang selama ini dipasarkan oleh para industri raksasa itu. Berkat kerja sama ini, dua tahun lalu, Wipro dinobatkan sebagai perusahaan outsourcing (business process outsourcing)—khususnya di bidang informasi teknologi—terbesar di dunia.

Di tangan pria yang kini berumur 62 tahun itu, Wipro terus saja berkibar. Tahun lalu total pendapatan yang berhasil diraihnya mencapai US$ 3,47 miliar, dengan keuntungan bersih mencapai US$ 677 juta. Prestasi tergolong luar biasa bila dibandingkan dengan kinerja pada dua tahun lalu. Ketika itu, perusahaan ini ”hanya” berhasil mencatatkan pendapatan US$ 1,8 miliar dan laba bersih sebesar US$ 409 juta.

Azim juga dikenal sebagai konglomerat yang budiman. Sebagian dari keuntungan yang didapat perusahaannya, selalu disumbangkan untuk kegiatan amal. Untuk menyalurkan kegiatan sosialnya, ia mendirikan Azim Premji Foundation. Salah satu kegiatannya adalah membantu pendidikan bagi generasi muda di India. Meski baru didirikan enam tahun lalu, yayasan ini telah mampu menyekolahkan tak kurang dari 1,8 juta anak di India. Azim Premji Foundation juga telah membentuk 25 organisasi sosial lainnya, yang diarahkan untuk membantu pengentasan kemiskinan di negerinya.

Lewat yayasan itu pula, berbagai karya nyata lainnya dibangun, di antaranya 900 gedung sekolah di 17 negara bagian di India. Menurut Azim, berkat kegiatan sosialnya ini ia berharap dapat memberikan kontribusi bagi rakyat India agar mereka bisa menjemput masa depan yang lebih baik. Amien.

Beberapa prestasi yang bisa mengilhami sejauh mana pencapaian Azim Premji dengan Wipronya ini, antara lain :

• Pengusaha Muslim Terkaya di Dunia
• Urutan ke-21 “Orang Terkaya di Dunia” Versi Forbes 2007
• “30 Pengusaha Terhebat Sepanjang Masa” Versi BusinessWeek, Juni 2007
• “10 Orang di Dunia yang Paling Mampu Membuat Perubahan” Versi Forbes, Mei 2003
• “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia” Versi Time, April 2004
• “100 Miliuner yang Paling Banyak Membuat Perubahan” Versi Financial Times, November 2004

Belum lagi beberapa predikat yang tidak kurang membuat kita semakin mengagumi sepak terjang Konglomerat India satu ini, yaitu :

• Penyedia jasa R&D independen terbesar di dunia
• Termasuk 3 besar penyedia jasa BPO di dunia
• Pendapatan per tahun mencapai 2,4 miliar dolar
• Termasuk 100 perusahaan teknologi paling terkemuka di dunia menurut Business Week
• Pada 2006, menempati urutan ke-7 dalam daftar 100 perusahaan outsourcing paling terkemuka di dunia
• Perusahaan jasa software pertama di dunia yang meraih SEI CMM Level 5
• Organisasi pertama di dunia yang mendapatkan PCMM (People Capability Maturity Model) Level 5
• Memenangi Risk Management Award dari majalah Financial Times-The Banker
• Perusahaan pertama di luar AS yang menerima IEEE Software Process Award
• Menerima Global Leadership Award dari Dale Carnegie 


Read more > AZIM Premji (Muslim Terkaya di dunia)

Mahmoud Ahmadinezhad

Mahmoud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad (bahasa Persia: ; lahir 28 Oktober 1956) adalah Presiden Iran yang keenam. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang mempunyai pandangan Islamis.

Lahir di desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 100 km dari Teheran, sebagai putra seorang pandai besi, keluarganya pindah ke Teheran saat dia berusia satu tahun. Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.

Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.

Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.

Ahmadinejad lalu terpilih sebagai walikota Teheran pada Mei 2003. Dalam masa tugasnya, dia mengembalikan banyak perubahan yang dilakukan walikota-walikota sebelumnya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, pada 13 Juni 2005, beberapa hari sebelum pemilu presiden, karena tidak mendukungnya dalam pemilu tersebut.

Ahmadinejad diketahui pernah bertengkar dengan Presiden Mohammad Khatami, yang lalu melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa diberikan kepada para walikota Teheran. Dia telah mengkritik Khatami di depan umum, menuduhnya tidak mengetahui masalah-masalah sehari-hari warga Iran.

Ahmadinejad memberi salam hormat kepada Ayatollah KhameneiSetelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad lalu terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam peristiwa tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah dapat dibuktikan[1].


Suatu ketika Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:

"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"

Jawabnya : "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya."Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."

Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan dirinya.

Ulama adalah posisi yang paling tinggi dimata Ahmadinejad
Ahmedi Najad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, eko nomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.

Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 sepertikarpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.

Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?

Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka.

Dan foto terakhir memperlihatkan ruang makan dimana presiden sedang menikmati makanannya.

Itulah Pribadi Seorang Ahmadinejad, Seorang Presiden Iran yang namanya di takuti Amerika Serikat. Adakah Calon presiden kita yang seperti ini ? 


Read more > Mahmoud Ahmadinezhad

Syekh Ahmad Ismail Yasin

Syekh Yasin, nama lengkapnya Syekh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunah Senin- Kamis, hari Senin, 1 Shafar 1425 H/ 22 Maret 2004 M karena dihantam rudal penjajah Zonis Israel setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza.

Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah/ pemimpin bagi pejuang dan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis Israel.

Walaupun usianya uzur, kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung kaki, setiap hari harus menggunakan kursi roda, tidak menghalangi beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestina khususnya di Gaza.

Beliau memiliki ‘izzah/ kemuliaan sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel.

Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syekh Ahmad Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah.

Dalam suatu khutbahnya, Syekh Ahmad Yasin pernah berkata: Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemmpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, prilaku, pergerakan, pengetahuan, maupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa!

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS: Al-Imran/3: 126)..

Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syekh Ahmad Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza melakukan penipuan terhadap dirinya. Syekh Ahmad Yasin yang juga pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah melakukan penipuan.

Syekh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil terhadapku. Hak-hak saya pun bisa kembali saya nikmati. Sebagai tanda terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah, tutur Hana Rabbah.

Sebagai seorang Qiyadah/pemimpin, Syekh Ahmad Yasin tidak cinta dunia, tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana.
Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:

Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Otoritas Palestina memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza, . Namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi.

Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun kondisi psikis, Alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah kami juga sangat berharap bisa mati syahid seperti beliau.

Jika Syekh Ahmad Yasin ingin kaya, harta menumpuk, rumah mewah bertingkat, mobil mengkilat lebih dari empat, makanannya serba lezat, semuanya bisa saja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut yang taat, kedukukan yang memikat, akan tetapi semuanya itu tidak beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi tidak!

Syekh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakekatnya adalah umat Nabi Muhammad saw.

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS:An Nisaa/4: 69).

Apakah kita semua telah meneladani beliau yang hidup sebagaimana kehidupan Rasul SAW dan para shahabatnya? Yang lebih mencintai akherat ketimbang kehidupan dunia yang murah dan menipu? Yang lebih menyukai debu-debu jihad daripada mobil-mobil mewah mengkilat? Di manakah kita sekarang?


Read more > Syekh Ahmad Ismail Yasin

Dr. Aidh Al-Qarni

Penulis kelahiran 1379 H (1960 M) ini memiliki nama lengkap Dr. `Aidh Abdullah bin `Aidh al-Qarni. Nama al-Qarni diambil dari dari daerah asalnya di wilayah selatan Arab Saudi.

Ia menamatkan program sarjana (Lc), magister (M.A.) dan doktor di Universitas Islam Imam Muhammad bin Su`ud, Riyadh, Arab Saudi. Ia hafal Al-Quran dan kitab Bulughul Maram, serta telah mengajarkan 5.000-an hadis dan 10.000-an bait syair. Sekitar 1.000-an judul kaset yang berisi ceramah agama, kuliah, serta kumpulan puisi dan syair karyanya telah dipublikasikan.

Keberaniannya menyuarakan kebenaran juga sempat membuatnya merasakan jeruji besi pemerintah Al-Saud. Kesalahannya saat itu, ia dan kawan-kawan ulama mudanya berani berteriak lantang menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi atas undangan pemerintah Al-Saud.

Karya-karya Al-Qarni antara lain `Islam Rahmatan Lil `Alamin` (Cakrawala), `Sumber Inspirasi Orang Saleh`(Maghfirah Pustaka), `40 Hadis Qudsi dan Zikir`(Aqwam), `Membangun Rumah dengan Taqwa` (Maghfirah Pustaka), `Cahaya Pencerahan`(Qishti), `Cahaya Zaman`(Gema Insani), `Jangan Takut Hadapi Hidup`(Cakrawala), `Demi Masa, Beginilah Waktu Mengajari Kita` (Cakrawala), `Nikmatnya Hidangan Al-Quran`(Maghfirah Pustaka), dan `Manusia Langit Manusia Bumi`(Aqwam).

Sementara buku yang sangat laris yang diterbitkan sejumlah penerbit dan dicetak berulang kali adalah `La Tahzan, Jangan Bersedih` (Qishti Press), `Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia` (Maghfirah), `Menjadi Wanita Paling Bahagia` (Qishti Press), `Ramadhankan Hidupmu`(Maghfirah Pustaka), `Tersenyumlah`(Gema Insani), `Jangan Putus Asa`(Robbani Press), dan `Jangan Berputus Asa` (Darul Haq).

Karya lain yang juga terbilang sukses di Indonesia adalah `Jagalah Allah, Allah Menjagamu` (Darul Haq), `Majelis Orang-Orang Saleh`(Gema Insani), `Cambuk Hati`(Irsyad Baitus Salam), `Bagaimana Mengakhiri Hari-harimu`(Sahara Publisher), `Berbahagialah`(Pustaka Al-Kautsar) dan(Gema Insani), `Power of Love` (Zikrul Hakim), `Al-Azahamah, Keagungan`(Pustaka Azzam), `Menakjubkan!`(Aqwam), `Jadilah Pemuda Kahfi`(Aqwam), `Mutiara Warisan Nabi SAW`(Sahara Publisher), dan `Gerbang Kematian` (Pustaka Al-Kautsar).

Al-Qarni juga dikenal sebagai tokoh pembaruan di Arab Saudi yang mencoba melakukan pendekatan dengan `aliran` lain. Tulisannya setiap pekan di harian Asharqul Awsath selalu ditunggu pembaca dan menaikkan tiras koran yang semula diterbitkan di London itu. (Musthafa Helmy)

Aidh Al Qarni, Berdakwah Seumur Hidup

Ketika berada di balik jeruji penjara, Aidh Al Qarni memilih untuk terus menulis. ''Saya masuk penjara karena saya menulis 50 bait qasidah (puisi) yang di anggap punya pengaruh politik,'' ujarnya. Berlembar-lembar tulisan pun menjadi bukti ketekunan pria yang lahir di tahun 1379 H dan berasal dari perkampungan al-Qarn, sebelah selatan Kerajaan Arab Saudi, ini menjalani hari-harinya di penjara. ''Sekitar 100 halaman pertama saya tulis di penjara,'' katanya. Setelah keluar dari penjara, Aidh Al Qarni melanjutkan tulisannya. Untuk menyelesaikan lembar-lembar itu, dia membutuhkan referensi 300 judul buku. Hingga akhirnya, lahirlah buku La Tahzan yang diterjemahkan dengan Jangan Bersedih. Hasilnya sungguh fenomenal. Inilah buku yang telah diterbitkan oleh puluhan penerbit dan mencapai angka penjualan fantastis.

Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam 29 bahasa dunia. ''Di Arab Saudi, buku itu sudah dicetak kurang lebih 1,5 juta eksemplar,'' kata Al Qarni Di Indonesia, buku ini juga sempat menjadi buku terlaris. Kelebihan buku Al Qarni terlihat pada bahasan-bahasannya yang fokus, penuh hikmah, dan selalu memberi jeda untuk merenung sebelum berlanjut pada bahasan berikut. Pada bagian penutup, hadir pula kata-kata bijak yang menjadi intisari tulisan-tulisan sebelumnya. Dalam bukunya pula, Al Qarni mengajak pembaca agar tidak menyesali kehidupan, tidak menentang takdir, atau menolak dalil-dalil dalam Alquran dan sunnah.


Dalam kunjungan kali pertama di Indonesia, Al Qarni yang masih hafal Al qur'an, 5000 hadits, dan 10 ribu bait syair Arab klasik hingga kontemporer ini sempat bertandang ke sejumlah tempat dan menemui tokoh nasional. Saat itulah wartawan Daman huri Zuhri dan Burhanuddin Bella berhasil menemui sosok yang terkenal dengan sikap lembutnya itu. Dengan diperkaya keterangan dari sejumlah sumber, Al Qarni pun bertutur tentang buku, kegiatan dakwah, dan kehidupan pribadinya.


Mengapa Anda memberi judul La Tahzan (Jangan bersedih). Apa sesungguhnya yang mendorong Anda memberi judul seperti itu?

Pertama, ini alasan dari Alquran. Seperti yang difirman Allah SWT : La tahzan wa laa takhof (Janganlah bersedih dan janganlah takut). Ayat ini disampaikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ketika bersama-sama sahabatnya Abu Bakar Ash-Shid diq memasuki Gua Tsur sebelum melakukan hijrah ke kota Yatsrib, Madinah al Munawwarah. Kedua, sesungguhnya kesedihan itu adalah penyakit alam seluruhnya. Muslim atau bukan Muslim, orang pasti mengalami kesedihan. Sedih karena sakit, sedih karena meninggal, sedih karena kesulitan hidup dan berbagai masalah. Jadi, karena alasan itulah makanya buku ini saya beri judul La Tahzan.


Anda dikenal sebagai seseorang yang banyak menulis dan membaca buku. Sebenarnya, apa pedoman-pedoman atau petunjuk-petunjuk praktis supaya lebih mudah dalam mendapatkan ilmu?

Kaidah pertama seseorang yang menuntut ilmu bagi kaum Muslimin untuk mendapatkan ilmu adalah ikhlasun niat lillahi ta'ala. Karena dengan niat yang ikhlas, Allah akan membuka hati seorang Muslim. Kedua, kita mempelajari ilmu secara bertahap, berjenjang, tabarruj. Jangan kita langsung kepada masalah-masalah besar nanti kita tidak bisa menguasai. Ketiga, hendaklah kita membaca. Tapi, membaca saja tidak cukup kita ambil ilmunya dari para masyarih (yang menguasai masalah). Orang-orang berilmu yang mengerti masalah, sehingga ilmu kita kalau dari buku saja bisa saja pemahaman kita salah. Tapi, ketika kita membahasnya dengan orang-orang yang mengerti, insya Allah, pemahaman kita akan lebih mantap dan ilmu kita akan lebih lurus. Keempat, ketika kita sudah mengetahui satu masalah tentang ilmu kita, amalkan. Jangan hanya dijadikan teori hingga akhirnya ilmu kita tidak berkah. Sebagaimana orang Yahudi dalam Alquran waktu mereka membatalkan janji-janji kepada nenek moyang mereka itu yang membuat hati mereka sesat dan menjadi batu. Ini i'tibar bagi kita sekalian. Kelima, kalau kita sudah punya ilmu dan paham benar maka ajarkan kepada orang lain. Jangan disimpan untuk diri sendiri. Berikan ilmu kita kepada orang lain sehingga banyak manfaatnya untuk masyarakat menjadi amal saleh bagi kita.


Aktivitas Al Qarni boleh dibilang tidak jauh dari kegiatan membaca dan menulis. Bahkan, ketika masih mendekam dalam penjara, dua aktivitas inilah yang membuatnya sibuk. Menimba ilmu adalah hal utama bagi pria yang mendalami ilmu syariah dan dakwah. Pria yang kini berusia 48 tahun ini menuntut ilmu di Madrasah Ibtidaiyah Ali Salman, dia juga belajar di Ma'had Ilmi sejak bangku SMP, hingga meraih gelar S1 dan S2 di tempat yang sama. Gelar doktor dalam bidang hadits diraihnya dari Al-Imam Islamic University, Riyadh.

Selama 25 tahun, dia mengarungi dunia dakwah. Kaset-kaset ceramahnya telah beredar dan berkumandang di sejumlah masjid, yayasan, universitas, dan sekolah di berbagai belahan dunia. Kitab-kitab karyanya yang berjumlah lebih dari 70 buah itu telah pula diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Maka, ketika terbetik kabar dia akan mengundurkan diri dari dunia dakwah, banyak orang yang terkaget-kaget dan bertanya-tanya, ''Apakah ini keputusan terakhir sang tokoh?''


Ada informasi bahwa Anda akan mengundurkan dari kegiatan dakwah. Apa benar?

Saya memang pernah menulis 70 bait dalam bahasa Arab. Dalam salah satu bait tersebut ada yang sempat disalahpahami oleh media massa bahwa saya akan berhenti dalam berdakwah. Media massa di Arab Saudi menafsirkan sendiri yang kemudian dikutip oleh berbagai media massa di beberapa negara bahwa saya akan berhenti dalam berdakwah. Padahal sebenarnya tidak begitu. Dakwah itu kewajiban syar'i seorang Muslim sejak dia mampu sampai meninggal. Ini seperti firman Allah SWT: Hatta ya' tiyakal yaqinu (Sampai maut menjemputmu, red). Jadi, saya tidak akan meninggalkan dakwah. Dakwah akan saya laksanakan seumur hidup saya sampai saya meninggal.


Berkembangnya berita rencana pengunduran Anda dari dunia dakwah dipicu adanya tudingan bahwa masjid yang selama ini digunakan sebagai sarana dakwah dianggap sebagai tempat sarang teroris. Bagaimana menurut Anda?

Saya pribadi tidak pernah mengungkapkan masalah ini. Saya pikir ini adalah semacam fitnah dari orientalis, dari orang-orang yang tak suka dakwah berkembang pesat. Mereka berusaha untuk memecah belah umat Islam. Selama ini, alhamdulillah, masjid-masjid kita sebagai markas dakwah, markas orang-orang untuk menuntut ilmu, tempat melaksanakan ibadah, tempat melaksanakan ajaran Islam dengan baik kondisinya sangat bagus. Jadi, kita harus mewaspadai tipu daya dan fitnah yang dilakukan orang-orang yang tidak suka terhadap Islam, yang ingin terus berupaya memecah belah umat Islam.


Dunia dakwah sudah menjadi bagian dari hidup Anda. Sebenarnya, apa saja bekal yg harus dipersiapkan demi dakwah?

Seperti mobil yang tidak bisa berjalan kalau tidak ada bahan bakarnya, maka da’i perlu bahan bakar supaya dia bisa bergerak di dalam dakwah. Apa bahan bakar kita? Yaitu, tegakkanlah shalat, banyak bersedekah, banyak berdoa, banyak membaca Al qur'an, banyak zikrullah. Shalat, sedekah, doa, baca Al qur'an, zikrullah adalah bekal seorang da’i. Bagaimana dia bisa berjalan kalau tidak menjalankan ini. Apakah kamu mengajak orang kepada al birri wat taqwa tapi engkau melupakan dirimu sendiri?


Apa pandangan Anda terhadap penghinaan Rasulullah SAW yang dilakukan media Barat , sehingga menimbulkan reaksi demonstasi di berbagai belahan dunia Muslim?

Demonstrasi untuk membela hak-hak kaum Muslimin dan penghormatan terhadap symbol -simbol Islam --seperti yang kita lihat dilakukan Denmark kepada Rasulullah SAW-- ketika dilakukan dengan baik adalah sesuatu yang patut disyukuri. Saya bersyukur kepada dunia Islam atas sikap mereka yang baik untuk membela Islam. Tapi, saya menyayangkan kalau demonstrasi bersifat anarkis, merusak, membakar, dan menghancurkan. Islam tidak mengajarkan begitu. Dan saya melihat Anda sekalian saudara-saudaraku di Indonesia berdemonstrasi dengan baik dan sangat tertib seperti yang saya lihat di televisi dan insya Allah itu menjadi demonstrasi yang dapat dicontoh dengan baik oleh masyarakat dunia Islam. Saya sebagai da’i dan seorang Muslim bersyukur atas aktivitas yang baik yang dilaksanakan itu.


Selama berada di Indonesia, Al Qarni sempat beristirahat selama dua hari di kawasan Puncak, Jawa Barat. ''Dia sangat kagum dengan air terjun dan pepohonan. Biasanya, setelah menyaksikan air terjun dan pohon-pohon, dia merenung. Kalau sudah begitu, dia tak mau diganggu,'' tutur Anis Mas Tuhin, chief editor Qisthi Press, yang selalu menemani Aidh Al Qarni. Qisthi Press adalah pemilik hak cipta untuk menerbitkan buku La Tahzan versi bahasa Indonesia. Saat berada di Puncak, kata Anis, Al Qarni tampak mengagumi pemandangan yang dipenuhi banyak gunung. Dia biasanya menatap pemandangan sambil menulis catatan. Kerap makan nasi kebuli, tidak jarang Anis melihat Al Qarni hanya memesan roti. ''Dia paling senang buah-buah Indonesia, seperti pisang,'' tuturnya. Anis menangkap kesan, Aidh Al Qarni adalah seorang moderat dan terbuka. Al Qarni, disebutnya, sangat responsif terhadap orang-orang yang menemuinya. ''Orangnya ramah,'' Anis menuturkan. Terhadap bencana beruntun yang menimpa bangsa Indonesia, Al Qarni, kata Anis, berpesan kepada umat Islam Indonesia, ''Jangan bersedih. Insya Allah ada jalan keluar.''


Bagaimana latar belakang keluarga Anda?

Orang tua saya seorang tokoh masyarakat di daerah saya. Saya berasal dari keluarga ulama. Sejak kecil ayah sudah membawa saya ke masjid untuk shalat berjamaah. Saya juga sudah terbiasa dengan bacaan sejak kecil. Tampaknya saya dididik menja di pejuang dakwah. Ayah selalu membelikan buku bacaan untuk saya.


Ada berapa anggota keluarga Anda? Apakah mereka diarahkan seperti Anda menjadi

penulis?

Anak saya enam, dari dua istri. Saat bersama keluarga, biasanya saya isi dengan bermain bola bersama anak-anak. Saya selalu menyediakan waktu untuk keluarga. Saya tidak mengarahkan anak-anak saya seperti diri saya. Saya serahkan anak-anak menentukan masa depan mereka sendiri. Terserah mau jadi apa nantinya. Itu tergantung mereka sendiri. Yang saya selalu tekankan adalah pendidikan agama, terutama menyangkut akhlak dan moral.


Biasanya, nama Aidh itu dipakai oleh orang-orang Yaman atau khadhari. Apakah Anda termasuk keturunan Yaman?

Kakek-kakek saya dari Al-Anshari di Yaman. Jadi, saya keturunan Yaman. Ini untuk perkenalan saja. Kalau khadhari, mereka mempunyai jasa yang besar, mereka kebanyakan pedagang-pedagang yang sukses dalam usaha mereka baik di bidang dakwah. Mereka menjadi da’i, ahli ilmu yang sangat banyak jasanya bagi Islam khususnya di Indonesia.


Bagaimana Anda mengisi waktu luang?

Tiap sore saya selalu menyiapkan waktu untuk keluarga selama 2-3 jam. Tiap Jumat saya libur total, kecuali kegiatan dakwah. Di luar itu, pagi saya membaca di perpustakaan. Usai shalat Dzuhur saya menulis, 4-5 halaman. Habis Maghrib biasanya saya berdakwah. Saya mengisi acara dakwah di televisi (Saudi Arabia). Kegiatan dakwah ini biasa juga dimulai selesai Ashar hingga Isya. Saya mengisi acara dialog interaktif di televisi.

(dari : Republika Online)


http://mualaf.com/modules.php?name=News&file=article&sid=286


Tidak Sama Antara Yang Berilmu dan Yang Tidak Berilmu


"Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui". (QS. Az Zumar: 9). Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasu-Nya SAW atau kepada orang-orang yang mengikuti petunjuknya untuk bertanya kepada umat manusia seluruhnya, apakah sama orang-orang yg memiliki ilmu dengan orang-orang yg tidak memiliki ilmu; baik dalam keyakinan, perbuatan & perkataannya, maupun amal ibadahnya, tindak-tanduk & perilakunya serta tutur katanya, jelas jawabannya tentu tidak sama, fakta membuktikan orang yg berilmu sangat berbeda kehidupan & perilakunya dengan orang-orang yg tidak berilmu.


Read more > Dr. Aidh Al-Qarni

Dr Yusuf Qardhawi


Di berbagai negara di dunia, nama Dr Yusuf Qardhawi (ada yang menulisnya dengan Yusuf Qaradhawi), sangat populer. Qardhawi dikenal sebagai ulama yang berani dan kritis. Pandangannya sangat luas dan tajam. Karena itu, banyak pihak yang merasa 'gerah' dengan berbagai pemikirannya yang seringkali dianggap menyudutkan pihak tertentu, termasuk pemerintah Mesir. Akibat pandangan-pandangan nya itu pula, tak jarang pria kelahiran Shafth Turaab, Mesir pada 9 September 1926 ini harus mendekam dibalik jeruji besi. Namun demikian, ia tak pernah berhenti menyuarakan dan menyampaikan pandangannya, dalam membuka cakrawala umat.

Hingga saat ini, ratusan buku telah ia tulis dan sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di dunia. Buku-buku Qardhawi, membahas berbagai hal terkait kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mulai dari urusan rumah tangga hingga negara dan demokrasi.

Sejak kecil, Qardhawi sudah dikenal sebagai anak yang pandai dan kritis. Pada usia 10 tahun, ia sudah hafal Alquran. Ia menyelesaikan pendidikannya di Ma'had Thantha dan Ma'had Tsanawi. Setelah itu, Qardhawi terus melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin, dan lulus tahun 1952. namun, gelar doktoralnya baru diperoleh pada tahun 1972 dengan disertasi berjudul "Zakat dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan." Disertasinya telah disempurnakan dan dibukukan dengan judul Fiqh Zakat. Sebuah buku yang sangat konprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa modern.

Keterlambatannya meraih gelar doktoral itu bukannya tanpa alasan. Sikap kritislah yang membuatnya baru bisa meraih gelar doktor pada tahun 1972. Untuk menghindari kekejaman rezim yang berkuasa di Mesir, Qardhawi harus meninggalkan tanah kelahirannya menuju Qatar pada tahun 1961. Disana, ia sempat mendirikan Fakultas Syariah di Universitas Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya.

Namun, sebelum itu, ia sudah merasakan kerasnya kehidupan penjara. Saat berusia 23 tahun, Qardhawi muda harus mendekam dipenjara akibat keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimn saat Mesir masih dijabat Raja Faruk tahun 1949. Setelah bebas dari penjara, ia lagi-lagi menyuarakan kebebasan. Karena khutbah-khutbahnya yang keras, dan mengecam keridakadilan yang dilakukan rezim berkuasa, Ia harus berurusan dengan pihak berwajib. Bahkan, ia sempat dilarang untuk memberikan khutbah di sebuah Masjid di daerah Zamalik. Alasannya, khutbah-khutbahnya dinilai menciptakan opini umum tentang ketidakadilan rezim saat itu.

Akibatnya, tahun 1956 (April) ia kembali ditangkap saat terjadi Revolusi di Mesir. Setelah beberapa bulan, pada Oktober 1956, Qardhawi kembali mendekam di penjara militer selama dua tahun. Setelah berkali-kali mendekam dibalik jeruji besi, Qardhawi akhirnya meninggalkan Mesir tahun 1961 menuju Qatar. Di Qatar ini, Qardhawi lebih leluasa mengungkapkan pemikiran-pemikiran nya.

Sikap moderat Qardhawi terlihat dalam mendidik putra-putrinya. Dari tujuh orang anaknya (empat putri dan tiga putra), hanya satu orang yang mengambil pendidikan agama. Selebihnya ada yang mengambil fisika, kimia, elektro dan lainnya. Ia membebaskan anak-anaknya menuntut ilmu apa saja yang sesuai dengan minat dan bakat serta kecenderunga masing-masing. Salah seorang putrinya memperoleh gelar doktor fisika dalam bidang nuklir dari Inggris. Putri keduanya memperoleh gelar doktor dalam bidang kimia juga dari Inggris, sedangkan yang ketiga masih menempuh S3. Adapun yang keempat telah menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Texas Amerika.

Anak laki-laki yang pertama menempuh S3 dalam bidang teknik elektro di Amerika, yang kedua belajar di Universitas Darul Ulum Mesir. Sedangkan yang bungsu telah menyelesaikan kuliahnya pada fakultas teknik jurusan listrik.

Dilihat dari beragam pendidikan anak-anaknya, masyarakat bisa membaca sikap dan pandangan Qardhawi terhadap pendidikan modern. Menurut Qardhawi, semua ilmu (bisa islami dan tidak islami), tergantung kepada orang yang memandang dan mempergunakannya. Dan ia menolak pembagian ilmu secara dikotomis. Pemisahan ilmu secara dikotomis itu, menurut Qardhawi, telah menghambat kemajuan umat Islam.

Karena sikapnya ini pula, banyak pihak yang mengecam Qardhawi bahkan dianggap menyimpang. Bahkan, sebagian diantara para pemikir mencap dirinya sebagai orang yang mendukung pendidikan barat yang bisa merusak akhlak generasi muda. Namun demikian, ia menanggapi semua tuduhan yang ditujukan kepada dirinya dengan sikap lapang dada.

Salah seorang yang menuduhnya menyimpang adalah Abu Afifah. Dalam sebuah artikelnya; ''Siapakah Yusuf Al-Qardhawi, Abu Afifah menyebutkan Qardhawi sebagai seorang ahlul bid'ah. ''Sesungguhnya bencana yang tengah menimpa umat dewasa ini adalah menjamurnya kelompok-kelompok orang yang berani memanipulasi (memalsukan) "selendang ilmu" dengan mengubah bentuk syari'at Islam dengan istilah "tajdidi" (pembaharuan) , mempermudah sarana-sarana kerusakan dengan istilah "fiqih taysiir" (fiqih penyederahanaan masalah), membuka pintu-pintu kehinaan dengan kedok "ijtihad" (upaya keras untuk mengambil konklusi hukum Islam), melecehkan sederet sunnah-sunnah Nabi dengan kedok "fiqih awlawiyyat" (fiqih prioritas), dan berloyalitas (menjalin hubungan setia) dengan orang-orang kafir dengan alasan "memperindah corak (penampilan) Islam".

Selain Abu Afifah, masih banyak tokoh lain yang meminta agar umat Islam berhati-hati terhadap setiap gagasan Qardhawi. Diantaranya Syeikh Shalih Alu Fauzan, yang mengkritik kitab yang ditulis Qardhawi (Al-I'laam binaqdi Al-Kitab Al-Halal wa Al-Haram (Kritik terhadap kitab Halal dan Haram karya Yusuf Qardhawi) dan Syeikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy pengarang kitab Ar-Raddu 'Ala Al-Qardhawi, serta Sulaiman bin Shalih Al-Khurasyi. 
Wa Allahu A'lam.


*Beberapa Sikap Kontroversi Qardhawi*

1. Mendukung masuknya Partai Kupu-Kupu Italia ke dalam parlemen yaitu sebuah partai politk para pelacur. Menurut Qardhawi, Partai Kupu-Kupu ini mengaspirasikan hak demokrasinya. Jika anda menolak keberadaannya atau menolak masuknya ke parlemen atau menolak keikutsertaannya dalam penghitungan dengan suara anggotanya, maka anda tidak demokratis, dan tindakan ini melawan demokrasi.

2. Sikap Qardhawi terhadap orang Kafir. Qardhawi berkata : "Sesungguhnya rasa cinta (persahabatan) seorang muslim dengan non-muslim bukan merupakan dosa." "Semua urusan yang berlaku di antara kita (maksudnya : kaum muslimin dan orang-orang Nashrani) menjadi tanggungjawab kita bersama, karena kita semua adalah warga dari tanah air yang satu, tempat kembali kita satu, dan umat kita adalah umat yang satu. Aku mengatakan sesuatu tentang mereka, yakni saudara-saudara kita yang menganut agama Masehi (Kristen) - meskipun sementara orang mengingkari perkataanku ini - "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara". Ya, kita (kaum muslimin) adalah orang-orang beriman, dan mereka (para penganut agama Kristen) juga orang-orang beriman dilihat dari sisi lain.

3. Sikapnya terhadap Ahli Bid'ah. Qardhawi membela golongan Rafidhah, yaitu pewaris golongan Mu'tazilah. Kelompok Rafidhah ini diketahui memasukkan sekitar 10 persen paham Mu'tazilah yang dianggap sesat dan menyamakan dirinya dengan Abu Jahal. Qardhawi menilai, upaya membangkitkan perselisihan dengan mereka sebagai pengkhianatan terhadap umat Islam. Qardhawi menilai kutukan yang dilontarkan kaum Rafidhah terhadap para sahabat Nabi, tahrif (mengubah lafazh dan makna) Al Qur'an yang mereka lakukan, pendapat mereka bahwa imam-imam mereka terpelihara dari kesalahan (ma'shum), dan pelaksanaan ibadah haji mereka di depan monumen-monumen kesyirikan, dan kesesatan-kesesatan mereka yang lainnya, semua itu hanya merupakan perbedaan pendapat yang ringan dalam masalah aqidah.

4. Sikapnya terhadap Sunnah (Hadits). Qardhawi menyatakan, seorang wanita diperbolehkan menjadi pemimpin. Ia menyangkal hadits yang diriwayatkan Bukhari, yaitu : "Tidak akan beruntung suatu kaum (bangsa) yang menguasakan urusan (pemerintah) mereka kepada wanita". (HR Bukhari). Menurutnya, ketentuan (hadits) ini hanya berlaku di zaman Rasulullah, di mana hak untuk menjalankan pemerintahkan ketika itu hanya diberikan kepada kaum laki-laki. Adapun di zaman sekarang ini ketentuan ini tidak berlaku".

Selain masalah diatas, masih banyak sikap Qardhawi yang dianggap menyimpang oleh sebagian yang lain dan menempatkannya sebagai ahlul bid'ah, namun sebagian lagi menganggap sikap Qardhawi itu sebagai sikap yang berani dalam membahas sebuah persoalan secara lebih jelas. Karena itu, di Mesir terhadap sekelompok orang yang menamakan dirinya Qaradhawiyan (penggikut Qardhawi). 
Wa Allahu A'lam.  


*Buku-buku karya Qardhawi*

Yusuf Qardhawi telah menulis berbagai buku dalam perlbaga bidang kelimuan Islam, seperti bidang sosial, dakwah, fiqh, demokrasi dan lain sebagainya. Buku karya Qardhawi sangat diminati uamt Islam di berbagai penjuru dunia. Bahkan, banyak buku-buku atau kitabnya yang telah dicetak ulang hingga puluhan kali dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

*Berikut sejumlah buku karya Qardhawi. *
A. Dalam bidang Fiqh dan Usul Fiqh. Sebagai seorang ahli fiqh, Qardhawi telah menulis sedikitnya 14 buah buku, baik Fiqh maupun Ushul Fiqh. Antara lain, Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam (Halal dan Haram dalam Islam), Al-Ijtihad fi al-Shari'at al-Islamiah (Ijtihad dalam syariat Islam), Fiqh al-Siyam ( Hukum Tentang Puasa), Fiqh al-Taharah (Hukum tentang Bersuci), Fiqh al-Ghina' wa al-Musiqa (Hukum Tentang Nyayian dan Musik ).

B. Ekonomi Islam. Dalam bidang ekonomi Islam, buku karya Qardhawi antara lain, Fiqh Zakat, Bay'u al-Murabahah li al-Amri bi al-Shira; ( Sistem jual beli al-Murabah), Fawa'id al-Bunuk Hiya al-Riba al-Haram, (Manfaat Diharamkannya Bunga Bank), Dawr al-Qiyam wa al-Akhlaq fi al-Iqtisad al-Islami (Peranan nilai dan akhlak dalam ekonomi Islam), serta Dur al-Zakat fi alaj al-Musykilat al-Iqtisadiyyah (Peranan zakat dalam Mengatasi Masalah ekonomi).

C. Pengetahuan tentang al-Quran dan al-Sunnah.
Qardhawi menulis sejumlah buku dan kajian mendalam terhadap metodologi mempelajari Alquran, cara berinterakhsi dan pemahaman terhadap Alquran maupun Sunnah. Buku-bukunya antara lain Al-Aql wa al-Ilm fi al-Quran (Akal dan Ilmu dalam al-Quran), Al-Sabru fi al-Quran (Sabar dalam al-Quran), Tafsir Surah al-Ra'd dan Kayfa Nata'amal ma'a al-Sunnah al-Nabawiyyah (Bagaimana berinteraksi dengan sunnah).

D. Akidah Islam. Dalam bidang ini Qardhawi menulis sekitar emnpat buku, antara lain Wujud Allah (Adanya Allah), Haqiqat al-Tawhid (Hakikat Tauhid),Iman bi Qadr (Keimanan kepada Qadar),

Selain karya diatas, Qardhawi juga banyak menulis buku tentang Tokoh-tokoh Islam seperti Al-Ghazali, Para Wanita Beriman dan Abu Hasan Al-Nadwi. Qardhawi juga menulis buku Akhlak berdasarkan Alquran dan al-Sunnah, Kebangkitan Islam, Sastra dan Syair serta banyak lagi yang lainnya.


Read more > Dr Yusuf Qardhawi

Harun Yahya


Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar (juga ditulis Adnan Hoca) dilahirkan di Ankara pada 1956 dan tinggal di sana hingga ia pindah ke Istanbul pada 1979. Ia adalah seorang tokoh terkemuka dalam ciptaanisme Turki, dan merupakan pembela gigih ciptaanisme dalam debat ciptaan vs. evolusi. Berbeda dengan kebanyakan penganjur ciptaanisme Kristen, Oktar menganut ciptaanisme Bumi Lama. Ia seorang anti zionis dan anti mason, yang dianggapnya sebagai dua gerakan yang saling terkait. Meskipun ia menolak tuduhan anti semitisme, dan mengklaim bahwa paham tersebut berakar pada kekafiran dan Darwinisme [1] juga juga dianggap sebagai seorang penyangkal Holocaust [2], berdasarkan bukunya Soykırım Yalanı (Kebohongan Holocaust).

Pada 1990, ia mendirikan Bilim Araşırma Vakfı (Yayasan untuk Penelitian Ilmiah), dan hingga kini ia masih memainkan peranan yang aktif di dalamnya. Para pengikutnya yang berkumpul di sekitar yayasan ini biasanya disebut sebagai Adnan Hocacılar ("Penganut Adnan sang Hodja") oleh masyarakat. Oktar dianggap sebagai tokoh protagonis dari apa yang disebut "Islam Moderat" saat ini di Turki, karena Adnan Hocacılar tidak pernah terlibat dalam konflik langsung dengan kekuasaan sekuler Turki. Oktar menjaga hubungan baik dengan berbagai aliran nasionalis dan arus utama di spektrum kanan politik Turki, dengan rujukan kepada Atatürk. Pada 1995, ia juga mendirikan Millî Değerleri Koruma Vakfı (Yayasan untuk Perlindungan Nilai-nilai Nasional). Kabarnya, sejak 1983 ia mengalami gangguan mental paranoid skizofrenia. [3], [4]

Adnan Oktar belajar seni di Akademi Seni di Universitas Mimar Sinan, di Istanbul, dan belakangan belajar filsafat di Universitas Istanbul. Meskipun ia sering menulis tentang sains, ia tidak pernah benar-benar mempelajari sains pada tingkat universitas

Oktar telah menulis banyak buku dengan menggunakan nama pena Harun Yahya (Harun) dan Yahya (Yohanes)), yang isinya menentang teori evolusi Charles Darwin. Ia juga berpendapat bahwa evolusi secara langsung berkaitan dengan kejahatan-kejahatan materialisme, Naziisme dan komunisme. Kebanyakan dari sumber-sumber anti evolusinya identik dengan argumen-argumen ciptaanisme Kristen dan komunitas ilmiah telah melakukan kritik-kritik yang identik. [8]
Ia juga telah menerbitkan berbagai tulisan tentang Zionisme dan Freemasonry, dan menuduh kaum Zionis melakukan rasialisme dan menegaskan bahwa Zionisme dan Freemasonry telah menimbulkan banyak pengaruh negatif terhadap sejarah dan politik dunia. Akhirnya, ia telah menulis lebih dari 100 buku yang mengungkapkan moral Al Qur'an adn masalah-masalah yang berkaitan dengan iman. Ratusan buku konon ditulis oleh Oktar. Karena itu sebagian orang mengklaim bahwa orang lain mestilah telah ikut menyumbangkan, atau menulis, banyak dari buku-buku itu. Tuduhan ini dengan keras disangkal di situsnya; ia mengklaim bahwa dia adalah satu-satunya penulis dari semua buku itu.

Banyak dari karya Oktar telah atau sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbo-Kroasia, Bosnia, Polandia, Urdu, Indonesia, Kazakh, Azeri, Melayu, Bengali, dan Malayalam. Dan sebagian dari karyanya tersedia gratis dari situs resmi Harun Yahya. Buku-bukunya dipublikasikan secara luas di seluruh dunia.

Buku-buku Oktar yang berkaitan dengan iman berusaha untuk mengkomunikasikan keberadaan dan keesaan (Tauhid) Allah menurut iman Islam, dan ditulis dengan maksud utama memperkenalkan Islam kepada mereka yang tidak mengenal agama ini. Setiap bukunya yang berkaitan dengan sains menekankan pandangan-pandangannya tentang keperkasaan, kedalaman dan keagungan Allah secara terinci. Buku-buku ini berusaha memperlihatkan bagi kaum non Muslim apa yang diklaim Oktar sebagai tanda-tanda keberadaan Allah, dan kesempurnaan ciptaan-Nya. Sebuah sub kelompok di dalam seri ini adalah seri "Buku-buku yang Menghancurkan Kebohongan Evolusi". Tujuan utama buku-buku ini adalah menyerang gagasan-gagasan Materialisme, Evolusi, Darwinisme, dan ateisme.

Ia bahkan menyerang habis-habisan Buddhisme yang dianggapnya sebagai agama palsu yang dibangun di atas penyembahan berhala dan kepalsuan [9], dengan membandingkannya dengan Islam dengan maksud memperlihatkan keunggulan Islam daripada buddhisme. Klaimnya mengenai "kesia-siaan" dan ritual-ritual "hampa" dalam Buddhisme sudah cukup untuk memeperlihatkan bahwa ia sama sekali tidak mengerti akan hakikat ajaran Buddhis. Tampaknya, ia tidak dapat membedakan antara ajaran-ajaran iman Buddhis dengan kepercayaan budaya tradisional yang dianut oleh mayoritas umat Buddhis, yang lazim mencampurkannya dengan tradisi-tradisi setempat dari negeri adopsi umat Buddhis.

Semua sampul buku-buku Oktar mengandung meterai Nabi Muhammad. Meterai ini digunakan dalam Al Qur'an sebagai tanda bahwa Al Qur'an adalah buku yang terakhir serta firman Allah yang terakhir, serta Nabi Muhammad adalah utusan-Nya yang terakhir. Dengan mengambil atribut dari Al Qur'an dan Nabi ini, Oktar mengklaim bahwa buku-bukunya adalah "kata terakhir" yang akan mengakhiri secara pasti argumen-argumen dari lawan-lawannya.[10]

Namun demikian, "kata terakhir" ini mengandung banyak salah kutip serta argumen-argumen yang mudah dipatahkan.

Sebagai contoh sederhana, orang dapat memeriksa bukunya yang terdapat on-line: Fascism:The Bloody Ideology of Darwinism

Dalam buku ini, Oktar mengklaim hubungan langsung dari ateisme kepada fasisme, dan berusaha memperlihatkan hal ini melalui sebuah kutipan dari George Orwell. Lalu Oktar menulis:

Sebagai akibat dari taktik-taktik yang serupa dengan apa yang dipergunakan di negara-negara fasis lainnya, Gereja di Spanyol mendukung Franco. Namun, seperti yang telah kita lihat, kaum fasis hanya mempertahankan sikap positif ini terhadap agama hanya sampai mereka merebut kekuasaan, dan sesudah itu biasanya mereka dengan segera memeranginya. Hal yang sama terjadi di Spanyol.

Goerge Orwell menggambarkan situasi ini di Barcelona yang revolusioner, enam bulan setelah revolusi:

Hampir setiap gereja telah dibakar habis dan patung-patungnya hangus. Gereja-gerjea di sana sini telah dihancurkan secara sistematis oleh geng-geng buruh.(George Orwell, Homage to Catalonia, p. 4) [11]

Namun demikian, George Orwell sedikitpun tidak merujuk kepada kaum fasis dalam bagian tulisannya yang asli:

Praktis setiap gedung dari berbagai ukuran telah direbut oleh kaum buruh dan ditutupi dengan bendera-bendera merah atau bendera merah-hitam dari kaum Anarkis, setiap dinding dicoreti dengan gambar palu arit dan dengan inisial dari partai-partai revolusioner; hampir setiap gereja telah dibakar habis dan patung-patungnya hangus. Gereja-gereja di sana sini secara sistematis telah dihancurkan oleh geng-geng buruh. Setiap toko dan kafe ditulisi bahwa mereka telah dijadikan milik bersama; bahkan para tukang semir sepatu dijadikan koperasi dan kotak-kotak mereka dicat merah-hitam. Para pelayan restoran dan toko menatap kita lurus di muka dan memperlakukan kita sebagai orang yang sederajat. Bentuk-bentuk ucapan yang merendah dan bahkan seremonial untuk sementara waktu telah menghilang. Tak ada yang mengucapkan 'Senor' atau 'Don' atau bahkan 'Usted' (Anda); setiap orang menyapa sesamanya dengan kata 'Kamerad' dan 'Engkau', dan mengucapkan 'Salud!' (Salam), bukannya 'Buenos dias' (Selamat pagi/siang).

Buku-buku yang diakui sebagai karya Oktar

* The 'Secret Hand' in Bosnia
* Behind the Scenes of Terrorism
* Israel's Kurdish Card
* A National Strategy for Turkey
* Solution: The Morals of the Qur'an
* The Winter of Islam and Its Expected Spring
* Communism in Ambush
* The Bloody Ideology of Darwinism: Fascism
* Darwin's Antagonism Against the Turks
* The Disasters Darwinism Brought to Humanity
* The Evolution Deceit
* Articles 1-2-3
* A Weapon of Satan: Romanticism
* Truths 1-2
* The Western World Turns to God
* Perished Nations
* The Prophet Moses
* The Prophet Joseph
* The Golden Age
* Allah's Artistry in Colour
* Glory is Everywhere
* The Truth of the Life of This World
* Confessions of Evolutionists
* Precise Answers to Evolutionists
* Evolutionary Falsehoods
* The Dark Magic of Darwinism
* The Religion of Darwinism
* The Collapse of the Theory of Evolution in 20 Questions
* The Qur'an Leads the Way to Science
* The Real Origin of Life
* The Creation of the Universe
* Miracles of the Qur'an
* Consciousness in the Cell
* A String of Miracles
* The Design in Nature
* Self-Sacrifice and Intelligent Behaviour Models in Animals
* Eternity Has Already Begun
* Children Darwin Was Lying!
* The End of Darwinism
* Deep Thinking
* Timelessness and the Reality of Fate
* Knowing the Truth
* Never Plead Ignorance
* The Secrets of DNA
* The Miracle in the Atom
* The Miracle in the Cell
* The Miracle of the Immune System
* The Miracle in the Eye
* The Miracle of Creation in Plants
* The Miracle in the Spider
* The Miracle in the Ant
* The Miracle in the Gnat
* The Miracle in the Honeybee
* The Miracle of the Seed
* The Miracle of the Termite
* The Green Miracle: Photosynthesis
* The Miracle of Hormone
* The Miracle of the Human Being
* The Miracle of Man's Creation
* The Miracle of Protein.

Buku anak-anak

* Children Darwin Was Lying!
* The World of Animals
* The Splendour in the Skies
* The World of Our Little Friends: The Ants
* Honeybees That Build Perfect Combs
* Skillful Dam Builders: Beavers

Buku kecil

* The Mystery of the Atom
* The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation
* The Collapse of Materialism
* The End of Materialism
* The Blunders of Evolutionists 1
* The Blunders of Evolutionists 2
* The Microbiological Collapse of Evolution
* The Fact of Creation
* The Collapse of the Theory of Evolution in 20 Questions
* The Biggest Deception in the History of Biology: Darwinism.

Buku-buku yang bertopik Al Qur'an

* The Basic Concepts in the Qur'an
* The Moral Values of the Qur'an
* Quick Grasp of Faith 1-2-3
* Ever Thought About the Truth?
* Crude Understanding of Disbelief
* Devoted to Allah
* Abandoning the Society of Ignorance
* The Real Home of Believers: Paradise
* Knowledge of the Qur'an
* Qur'an Index
* Emigrating for the Cause of Allah
* The Character of the Hypocrite in the Qur'an
* The Secrets of the Hypocrite
* The Names of Allah
* Communicating the Message and Disputing in the Qur'an
* Answers from the Qur'an
* Death Resurrection Hell
* The Struggle of the Messengers
* The Avowed Enemy of Man: Satan
* The Greatest Slander: Idolatry
* The Religion of the Ignorant
* The Arrogance of Satan
* Prayer in the Qur'an
* The Importance of Conscience in the Qur'an
* The Day of Resurrection
* Never Forget
* Disregarded Judgements of the Qur'an
* Human Characters in the Society of Ignorance
* The Importance of Patience in the Qur'an
* General Information from the Qur'an
* The Mature Faith
* Before You Regret
* Our Messengers Say
* The Mercy of Believers
* The Fear of Allah
* The Nightmare of Disbelief
* Jesus Will Return
* Beauties Presented by the Qur'an for Life
* A Bouquet of the Beauties of Allah 1-2-3-4
* The Iniquity Called "Mockery"
* The Mystery of the Test
* The True Wisdom According to the Qur'an
* The Struggle with the Religion of Irreligion
* The School of Yusuf
* The Alliance of the Good
* Slanders Spread Against Muslims Throughout History
* The Importance of Following the Good Word
* Why Do You Deceive Yourself?
* Islam: The Religion of Ease
* Enthusiasm and Excitement in the Qur'an
* Seeing Good in Everything
* How does the Unwise Interpret the Qur'an?
* Some Secrets of the Qur'an
* The Courage of Believers
* Being Hopeful in the Qur'an
* Justice and Tolerance in the Qur'an
* Basic Tenets of Islam
* Those Who do not Listen to the Qur'an. 


Read more > Harun Yahya
 
 
Copyright © MXM BERBAGI INFO
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo