Tampilkan postingan dengan label Belajar Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Matematika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

Kurikulum Pendidikan Baru untuk SD/MI Tahun 2013/2014

Kurikulum KTSP yang berlaku saat ini akan segera digantikan oleh kurikulum pendidikan yang baru pada Tahun Pelajaran 2013/2014. Kurikulum pendidikan nasional yang baru ini mempunyai konsep, salah satunya, penyederhanaan dalam jumlah mata pelajaran. Jika selama ini siswa SD harus mempelajari 11 mata pelajaran, dalam kurikulum pendidikan yang baru nantinya disederhakan hanya tinggal 7 atau enam mata pelajaran saja.
Ketujuh mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan baru di SD tersebut adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN),  Bahasa Indonesia, Matematika, Pengetahuan Umum, Kesenian, dan Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan (PJOK).
Beban siswa selama ini dirasa terlalu berat
Pelajaran Pendidikan Umum dalam kurikulum pendidikan baru merupakan peleburan dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Di samping itu pun masih terdapat wacana bahwa cukup 6 mata pelajaran dengan meniadakan pelajaran Pengetahuan Umum. Untuk materi IPA dan IPS cukup diintegrasikan dalam pelajaran-pelajaran lain semisal Bahasa Indonesia, PPKN, Kesenian, ataupun PJOK.
Hal ini, menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim, didasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menilai beban pelajaran pada kurikulum sekarang ini (KTSP) terlalu berat sehingga waktu untuk memperkaya diri setiap siswa menjadi sangat kurang.
Perubahan kurikulum ini juga didasarkan pada penilaian bahwa pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sejak diberlakukan pada 2006 kurang memberikan hasil yang signifikan.
Kurikulum baru ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013, dan mulai berlaku pada tahun ajaran 2013-2014.
Read more > Kurikulum Pendidikan Baru untuk SD/MI Tahun 2013/2014

Selasa, 24 Juli 2012

Aspirasi Kami Anak FMIPA Matematika

Inilah pengalaman salah satu mahasiswa matematika di luar Jawa!
 
Dengan bangganya memperkenalkan bahwa saya adalah anak Matematika dari Fakultas MIPA disebuah Universitas Negeri di Kalimantan Selatan dimana lagi kalau bukan Universitas Lambung Mangkurat atau yang biasa disebut Unlam, tapi kalian jangan berpikir kalau saya masuk prodi ini mempunyai skill yang banyak sehingga dengan beraninya saya memilih prodi ini, awalnya hanyalah sebuah kesalahan dimana waktu menulis formulir PMDK saya menanyakan kode program studi kepada salah satu teman, sebenarnya saya tidak tahu prodi apa yang dia ambil sehingga saya bertanya kepadanya “Intinya sama” memilih Ilmu Komputer” dan satunya milih prodi Matematika…. awalnya biasa saja tapi yang jadi masalahnya ku gak tau apakah Matematika itu pilihan pertama atau kedua, padahal tujuan pertama ku adalah ingin masuk Ilmu Komputer walaupun ujung-ujungnya jatuh k’Matematika….maaf ceritanya Gaje hahahaha

Tapi apakah suatu kesalahan besar kalau saya masuk prodi Matematika melalui FMIPA, kata orang sampai keluarga dekat bilang susah nyari kerja, peluang PNS sangatlah kecil bahkan tidak ada sama sekali dll dah pusing dengarnya…bahkan pernyataan itu ditegaskan oleh guru Matematikaku saat bersilaturahmi kerumah beliau. Awalnya dipuji karena memilih prodi Matematika bahkan sampai disebut bakal meneruskan perjuangan beliau “hahahaha” tapi setelah saya menyebut nama MIPA beliau terkejut dan langsung ngomong “ Hahhh, masuk itu kahh…aduhh hendak jadi apa kam seandainya FKIP ada juga jadi guru, kam tahulah kawan ibu lulusan MIPA tuh IPK’nya tinggi nganggur jha tuh tapi sekarang dah kerja jual beras dimodali bapaknya” asa miris hati dengar itu semua serendah itukah beliau memandang Matematika FMIPA. Ada juga temanku yang masuk Matematika FMIPA sampai gak berani bertemu guru Matematinya sebelum mereka sukses, kenapa juga yahhh ??, tapi setelah saya mendengar pernyataan dari dosen-dosen dan teman satu prodi saya yakin bahwa lulusan Matematika MIPA prospek kerjanya bagus-bagus dan beraneka ragam, tidak terpaku hanya satu pekerjaan saja walaupun jarang lowongan PNS ada untuk Matematika FMIPA ini, tapi diluar sana masih banyak perusahaan yang menunggu kami “Anak Matematika FMIPA”
Walaupun saya sudah menanjakkan tiang ilmu disini, Insyallah ada harapan kata lagu “Pembatangan
Lagian kehadiran saya alhamdulillah diterima oleh masyarakat FMIPA, baik teman satu angkatan, kakak tingkat dan para dosennya heeee….!!
Berikut pernyataan teman-teman saya menanggapi isu-isu yang tidak baik tentang prospek kerja Matematika FMIPA dengan pemikiran mereka masing-masing walaupun sedikit GAJE :
Zailani M Noor : mank pekerjaan apa aja buat lulusan matik mipa?
Tri Panjanudi : Lan. . semua kelulusan tuh mudah cari kerja, tuh semua tergantung dengan usaha dan niat kita . . yang penting sekarang kita harus belajar dengan rajin biar kita bisa lulus dengan baik. .semua itu tergantung dengan kita
Susilawati : Emm, menurutku itu kurang benar buktinya saja banyak lulusan MIPA yang bekerja dikantoran ato dimanapun, asal setelah lulus kita punya nilai yang memuaskan / baik dan kita mempunyai prospek kerja kedepan baik insyallah kita kan sukses dalam memilih karier, rizki kerja tuhan yang ngatur kita hanya bisa berdoa dan berikhtiar semampu kita. Asal jangan putus harapan jha :D
Rahman Fajri : sampai sekarang saya masih belum jelas apakah fakta itu benar ada yang mengatakan jiak ada suatu perusahaan ada yang melamar mipa mtk dan fkip matik, katanya lebih dipilih mipa, karena memiliki analisa dan wawasan lebih bagus
Tapi diformasi PNS kuota mipa lebih sedikit dari fkip, bahkan tidak ada sama sekali
Ario W Utomo : tidak juga lan’ae kata bapakku kalo pintar biar jurusan apa jha nyaman berkarir
Rohmalita : NO COMENT, soalnya jalan hidup orang masing” kalo sesuai dengan keinginan secara langsung pasti susah kalo gk ada jalannya tapi kalo keinginannya sesuai dengan kelulusan dan jurusannya maka jalan pasti ada, mulai dari yang kecil dulu kalo langsung berkarir sukses, jangankan mipa matik anak kedokteranpun bakal susah….jalan hidup masing” kita yakin kita sukses dengan niat dan jalan yang udah pilih sebaik-baiknya semua akan berhasil dan keberuntungan menyempurnakannya….
Rangga Setiawan : iya memang susah kerja, serius, itu hanyakan terjadi kalo kita gak mau berusaha
Dan perlu diingat kita kuliah untuk mencari ilmu dan berkarya…!! kalo kamu hendak kerja, mending kerja sekarang sono… dan gak usah kuliah, gampang bukan
Bemamai.com….ckakak
Desi Mialita : gak juga ahh,, tergantung orangnya juga lulusan mtk nehh insyallah ada jha yang nampung, kata guru ku jha, guru mtk yang banyak dicari,,
Adelia Niken : masalah habis lulus terus susah cari kerja atau engga tuh sebenarnya gak ada hubungannya ama jurusan yang kita pilih waktu kuliah….mau lulusan matik kek,,,fisika ke’,, pertanian mpe kedokteran kalo memang orang natu benar-benar,, insyallah mudah jha dapat kerjaan….gitu abang maul…
Erin alvionita : menurut saya . . . masing” jurusan tuh selalu mempunyai potensi masing” setelah luluz. Semua itu tergantung ma orangnya untuk pintar mencari daerah dimana terdapat banyak potensi yang membutuhkan orang-orang seperti kita kebanyakan orang menginginkan sesuatu yang langsung wah, mereka jarang pengen bersusah payah terlebih dahulu bukankah ALLAH juga menginginkan hambanya untuk berusaha terlebih dahulu. Yakin saja ALLAH pasti kan membantu dan karena tidak ada sesuatu yang instan.. semuanya butuh perjuangan meskipun butuh waktu yang lama . . . sabar dan semangat adalah kuncinya J
Ainal Mawaddah : gak juga…gak percaya aku buktinya banyak kakak kita yang sudah luluz bisa sukses…menurutku itu kembali kediri kita masing”..kalo kita sungguh” dan dekat sama Allah, Insyallah akan dimudahkan dalam mencari pekerjaan (aku percaya itu).
Kalo ada yang lulus tapi belum dapat kerja, berarti belum saatnya dia kerja dan perlu intropeksi dirinya lagi mungkin dia gak bersungguh-sungguh , atau dia pernah melakukan apa atau dll..
Gustia D. Safitri : kata sapa ? gak mesti mipa mtk donk….banyak juha tuhh sarjana sarjana yang pengangguran. Semuanya itu tergantung niat dan usaha , semua usaha pasti ada hasilnya.
Novia Nour Halisa : Menurut ku gak begitu juga lan’ae. .kata bu tere jha, banyak perusahaan perbankan atau yang lainnya sampai nelpon langsung k’dosennya minta lulusan matematika, karena kita dipandang orang-orang yang mampu dan punya skill yang luar biasa, tanya saja sama kakak tingkat kita, banyak yang sukses dan gak ada yang pengangguran, lagian kesempatan kerjanya luas, pilihannya banyak.
Juwita A. Pramesti : Maaf baru balaz….kata siapa ?
Dari sekian banyak pendapat + argumen kepintaran IPK atai IQ tidak menjamin cepat atau tidaknya kita diterima yang terpenting skill, kejujuran dan yang pasti kunci utama adalah niat coba berpikir kritis kalau bisa niat kita kuliah kan untuk bakal kita mencari lapangan kerja kalu bisa buat visi misi pekerjaan yang datang kekita bukan kita yang mencari pekerjaan…buktikan skill kita lebih jenius
IPK tinggi gak menjamin sekarang percuama IPK tinggi tapi kita sendiri gak tau tujuan kita untuk kuliah apa. Itu sedikit argumen dari aku kalau kurang puas maaf yha. Hhe
Inon Eli .S : Aku rasa nasib saja..? gigih juga pasti dapat kerja. Gak menentukan lulusan apa itu??
Mau dia bidan atau perawat, kalo udah menjamur alias banyak iya sama aja,, butuh skill bukan hanya otak tapi mahir bicara.
Viva Sari : Kalo menurutkuitu tidak benar, soalnya lebih banyak peluang diMIPA matik daripada d’FKIP matik soalnya d’FKIP matik kalo lulusan pilihannya Cuma satu yaitu guru, MIPA matik emang susah atau malah gak bisa jadi guru/PNS soalnya MIPA matik bukan bertujuan jadi gurumipa matik banyak peluangnya di swasta, kerja di Bank contihnya, ,terus diperusahaan bagian komputasi/ asuransi juga bisa, masih banyak yang lain. Tapi ku gak bisa nyebutinnya, itu pendapatku. . . J
Widya A : Semua tergantung pada individu itu sendiri..tergantung pada kemauan dan usaha yang dilakukan,
Miky Rezkina : Semuanya tergantung dengan usaha kita, bagaimana kita berusaha mencari pekerjaan setelah lulus nanti…yang pasti sesuai keahlian yang kita miliki..yang pentingkita memiliki niat untuk mendapatkan pekerjaan dan yakin kita bisa berkarir kedepannya. .
Irene Henrietta G : Kalo menurutku masalah karir atau kerja setelah lulus tidak tergantung sama jurusannya kalo kita sungguh-sungguh mencari ilmu gak mustahil kalo pekerjaan dan karir yang mengejar kita, karena sebenarnya tujuan kita kuliah bukan untuk cari kerja atai title tapi cari ilmu dan pengalaman, kalau ilmu dan pengalamandah kita dapat pasti pekerjaan yang bakal mencari kita, jadi tergantung sama individu masing” dan menurutju MIPA matik prospek kerjanya cukup luas koq !
Jamia Octaria : Maaf, aku masuk mtk karena memang suka mtk, dan pendapat mengenai MIPA mtk itu susah cari berkarir/bekerja, itu salah karena d’FMIPA kita tuh sudah dibekali ilmu lagian ada juga ilmu berwirausaha jadi tinggal pembawaannya dari kita masing” jha bagaimana M’aplikasikannya kedunia kerja
Jadi intinya ilmu tuh sudah ada, masalah berkarir atau bekerja itu tergantung diri kita masing” jha lagi..
Sri Arpianti : Iyya toe karena pendapat yang udah tertanam dibenak pikiran mereka tanpa mereka harus tahu kemapuan kita” dia udah mempertahankan pendapatnya, kayaknya dari MIPA kekurangan kerja sama dengan orang luar,, hingga ketika mahasiswanya udah lulus mereka berpencar sendiri mencari pekerjaan,, setidaknya dari fakultas ada cadangan kerjaan bagi mahasiswa yang nganggur..
St Dwirinty : Kelebihan dari MIPA matematika, kita belajar matematika murni..jadi mempermudah kita mau meaplikasikan kemateri lain,,selein itu mtk ada dimana mana..setiap pekerjaan tuh pasti ada hubungannya dengan matematika, lulusan MIPA matematika bisa jadi guru, dosen, wiraswasta dll, tergantung dari skill dan minat tiap orang..kalo masalah tingakat dan kesuksesannya tergantung dari keuletan kita jha, yang pasti semin kita pengen sukses semakin banyak rintangan dan masalah yang mehdang.. gak ada sukses yang bisa didapat sekejap mata,,yang penting percaya kamu tuh bisa ! Lulus Cepat.
Mursyidah Pratiwi : Siapa bilang anak FMIPA susah berkarir ?!
Wah-wah perlu diluruskan nih, FMIPA matematika tuh bisa jadi pengusaha apa jha, guru privat+bimbel, guru sekolah, PNS, dosen sok pastinya, statistik bank nah nie lagi diriset-riset perusahaanterkemuka
Jangan berpikir kalo anak MIPA matematika tuh belajarnya Cuma ngitung” jha wah nol besar tuh, anak FMIPA matik tuh andalannya logika, nah karena logika Insyallah bisa jujur +dipercaya dalam dunia kerja,jangan takut masuk FMIPA matik, di FMPIA prestasinya di Unlam Cukup banyak dari fakultas lain..lulusan FMIPA gak terpatok disatu sisi, tapi bisa kemana jha tinggal masing” individu jha lagi yang mampu apa tidak
FMIPA WELCOME TO MABA 2011 J
Selvi Annisa : Kenapa kita lebih memperhatikan yang tidak mendapatkan kerja ?? mengapa mengapa kita tidak memperhatikan pada alumni yang mendapat pekerjaan??
Luangkan waktu untuk serius mencari pekerjaan, jangna menyerah tawakal pada Allah, kerahkan semua kekuatan yang dimiliki.
Arlia Maya C : No coment, positifnya tentang MIPA soalnya ku orangnya termasuk pasrah..gkgkgkg
Paramitha K : Menurutku itu salah besar lulusan MIPA matik itu sebagian besar mudah nyari kerja…karirnya bagus” karena udah di didik secara profesional….baik dari akdemik maupun kemampuan organisasinya contoh jha kakak ku dari lulusan angkatan 2002 sekarang bekerja sebagai guru disekolah berakreditasi A, dia juga mendapat penghargaan sebagai The Best Teacher
Sapuah : dapat atau tidaknya kerja bukan sepenuhnya dilihat dari asal kita kuliah, tapi ada faktor lain yaitu ditentukan oleh individu masing” bisa gak dia berlomba untuk dapat pekerjaan
Silvy R. Dewi : Menurutku peluang pekerjaan banyak jha asal usaha dan doa terus dan dengan nilai yang memuaskan.
Salek Mulyadi : Mahasiswa Matematika MIPA tidak susah kerja…
Tapi kerjanya bukan jadi PNS melainkan kerja diperusahaan swasta jha, hanya orang terpilih saja yang jadi PNS.
Rina Ariyani : Kalo susah tidak mungkin kami disini bisa bertahan samapi ini….karena apa, ,karena ada keyakinan . . .bahwa pendapat susah itu salah.
Andini Pristiara K.A : MIPA matematika itu memang susah mendapatkan kerja JIKA TIDAK BEKERJA KERAS DAN TIDAK MEMILIKI TEKAD YANG KERAS UNTUK DAPAETIN KERJA dan itu tidak hanya buat MIPA matematika tapi untuk semua fakultas dan jurusan. Contohnya apakah S1 Dokter sebagai salah satu prodi yang katanya akan mudahnya dapetin kerja memang benar mudah ???
TENTU TIDAK jika tidak dibarengi dengan syarat yang kusebutkan di atas.
Balik ngebahas lulusan matematika lagi, bukti lain jika matik tidak susah dapetin kerja , kakak tingkat yang udah lulus banyak jha yang dapet kerja baik di instansi pemerintahan, swasta maupun berwirausaha… so bagi yang masih ragu coba buka cakrawala lagi, cobalah berpositif thingking dengan yang kita jalani sekaranga, Ingat Allah itu mengabulkan doa sesuai dengan prasangka hambanya
Read more > Aspirasi Kami Anak FMIPA Matematika

Matematika: apa, bagaimana, dan mau jadi apa?

What's so good about math? Ilmu ini sering dikaitkan dengan sesuatu yang rumit, hanya berhubungan dengan angka-angka, dan tidak prospektif. Mungkin hal-hal tersebut yang menyebabkan orang menjauhi jurusan matematika. Buktinya? Pertanyaan yang sering terlontar ke saya setelah orang bertanya "ambil jurusan apa kuliahnya?" dan saya jawab "Matematika" adalah "wah hebat ya, susah banget tu, mau jadi dosen ya?". Ya, kuliah di matematika terlihat begitu sulit dan sering dikaitkan dengan jenis pekerjaan dosen atau guru, untungnya masih ada sedikit pujian: dibilang hebat, hehe... :) (padahal cuma mau nyenengin doank kayaknya.. :p). Kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman kuliah di Departemen Matematika UI, seperti apa tempatnya, apa saja yang dipelajari di sana, dan mau jadi apa setelah lulus nanti. Lihat bagaimana lulusan matematika dapat bersaing dengan baik dan sukses di dunia kerja. Stay tuned... :)


Introducing: Mathematics Department, University of Indonesia

Departemen Matematika UI didirikan pada tahun 1961 bersama-sama dengan Departemen Fisika, Kimia, dan Biologi di bawah Fakultas MIPA. Pada waktu itu Departemen Matematika masih menempati kampus UI Salemba, baru kemudian di tahun 1987 (sama dengan tahun kelahiran saya :D ) pindah ke kampus UI Depok dan menempati gedung berlantai 4. Departemen Matematika merupakan salah satu program studi yang menerima dana QUE (Quality for Undergraduate Education) sebesar US$ 1.6 juta. Fasilitas yang ada di sana antara lain adalah laboratorium komputer, perpustakaan, dan auditorium. Ketika saya lulus, Departemen Matematika sedang memindahkan dan memperbaiki laboratorium komputer dan perpustakaannya ke gedungnya yang berlantai 4 yang sebelumnya berada di gedung yang terpisah.






Di tahun-tahun awal perkuliahan, kita akan mempelajari mata kuliah dasar seperti matematika dasar, matematika diskrit, aljabar linier, statistika elementer, dan perkuliahan umum seperti agama, bahasa Indonesia, dan (yang saya paling tidak suka) mata kuliah wajib dari Fakultas MIPA seperti fisika, biologi, dan kimia. Ya, kami masih harus mengambil mata kuliah jurusan lain tersebut karena (katanya) kita mahasiswa MIPA harus mengerti tentang ilmu alam lainnya.... baiklaaah, saya nurut saja kalau begitu, Pak..

Masa-masa yang paling enak adalah ketika kita sudah memasuki tahun ke-3, karena di tahun tersebut kita sudah boleh mengambil mata kuliah pilihan yang sesuai dengan minat kita. Peminatan di Departemen Matematika UI ada 5, yaitu:

  1. Murni
    Matematika murni mempelajari berbagai teori matematika secara mendalam. Menurut saya ini yang paling susah diantara semuanya karena berbagai ilmu matematika murni yang rumit akan dipelajari disini, makanya saya selalu salut kepada teman-teman yang mengambil peminatan murni. Bagi saya mereka sangat hebat.. :D Tapi jangan salah, lulusan murni mempunyai prospek kerja yang bagus seperti yang akan saya jelaskan di bawah.
  2. Statistika
    Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Disini kita akan mempelajari berbagai ilmu statistika yang sangat seru seperti analisis data, teknik sampling, time series, multivariat, dll. Ini peminatan yang saya ambil! :)
  3. Komputasi
    Kuliah komputasi sangat menarik untuk dipelajari karena disini kita akan belajar bagaimana ilmu matematika diaplikasikan ke dalam bidang komputer. Sejatinya, berbagai ilmu komputer berasal dari ilmu matematika, maka mahasiswa matematika akan mendapatkan keuntungan ketika mengambil kuliah tersebut dalam hal logika komputasi yang sudah terbentuk dengan baik.
  4. Aktuaria
    Bagi yang bercita-cita untuk menjadi aktuaris, maka ini adalah pilihan yang cocok. Aktuaris adalah seorang ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu matematika, keuangan, dan teori statistika untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis aktual. Salah satu pekerjaannya adalah bagaimana menentukan rate premi asuransi.
  5. Riset operasi
    Riset operasi adalah cabang interdisiplin dari matematika terapan dan sains formal yang menggunakan model-model matematika dan statistika untuk mendapatkan nilai optimal atau nyaris optimal pada sebuah masalah yang kompleks. Riset operasi bertujuan membantu manajemen mendapatkan tujuannya melalui proses ilmiah.
Bagaimana, wawasan tentang matematika sudah cukup terbuka bukan?

Mathematics, what you gonna be???

Nah, kembali ke percakapan dua manusia di awal artikel ini tentang kuliah di matematika, kesan yang muncul dari lulusannya adalah seorang dosen/guru. Well, dosen dan guru adalah pekerjaan yang mulia dan sangat bagus menurut saya karena bisa menyebarkan ilmu yang kita miliki dan merupakan salah satu dari 3 amal jariah yang pahalanya tak akan pernah terputus. Saya sendiripun memiliki cita-cita untuk menjadi dosen/guru suatu saat nanti. Namun perlu diingat bahwa kuliah di jurusan matematika tidak hanya bertujuan untuk membentuk seseorang menjadi seorang dosen/guru.

Bidang pekerjaan matematika sangat luas, hampir seluruh ilmu lainnya membutuhkan matematika. Matematikawan dari bidang murni dapat menjadi seorang dosen dan peneliti untuk memecahkan permasalahan bisnis, pendidikan, dan industri. Statistikawan dapat menjadi seorang peneliti yang menganalisa hasil eksperimen dan survey. Ahli komputer lulusan matematika dapat menjadi pengembang software yang kini merupakan salah satu bisnis yang sangat prospektif di Indonesia dan dunia. Aktuaris saat ini sangat dibutuhkan dan sangat dicari oleh perusahaan asuransi untuk menghitung premi dan memaksimumkan keuntungan perusahaan asuransi. Trekahir, ahli riset operasi dapat bekerja membantu manajemen perusahaan untuk mendapatkan keuntungan maksimal dan risiko minimal melalui proses ilmiah.


CareerCast meniliti tentang 200 pekerjaan terbaik dan terburuk di Amerika tahun 2010 berdasarkan 5 kategori utama, yaitu tingkat pendapatan, prospek pekerjaan, lingkungan kerja, tingkat stress, dan tuntutan fisik. Penelitian tersebut menggunakan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika, Sensus, dan Studi Asosiasi Dagang. Berikut adalah ranking teratas dari 200 pekerjaan yang diteliti:


Rangking tersebut juga dapat dilihat secara rinci di Forbes. Dapat dilihat bahwa 5 dari 10 pekerjaan teratas berasal dari jurusan matematika! Pekerjaan tersebut adalah aktuaris, pengembang software, analis sistem komputer, matematikawan, dan statistikawan. Tapi itu kan di Amerika, bagaimana dengan Indonesia?? Jangan salah, banyak lulusan matematika yang bekerja sebagai aktuaris, analis, dan statistikawan di perusahaan asuransi dan bank ternama di Indonesia. Standard gaji mereka pun tidak kalah dengan lulusan dari jurusan lainnya. Sekadar info, misalkan untuk aktuaris, ketika kita sudah mendapatkan gelar FSAI (gelar profesi puncak aktuaria), gaji yang didapatkan bisa mencapai 50-100 juta rupiah. Namun untuk mendapatkan gelar tersebut tidak mudah, dibutuhkan perjuangan yang berat. Mungkin baru ada 100 orang yang seperti itu di Indonesia, makanya gaji yang ditawarkan sangat tinggi.

Bagaimana kawan? Wawasan kita tentang matematika sudah terbuka bukan? Mulai saat ini janganlah mengangap sebelah mata bidang apapun, karena semuanya pasti ada kelebihan yang tidak semua orang ketahui. Bagi yang masih pikir-pikir untuk mengambil jurusan matematika janganlah ragu, bagi yang sudah mengambil tetaplah semangat menuntut ilmu yang indah ini, dan bagi yang sudah sukses jangan lupakan kami yang masih berjuang untuk sukses disini... :)

Bonus untuk pembaca, terimalah hadiah dari matematika: buka situs wolframalpha, kemudian masukkan persamaan berikut ke dalam kotak pencarian di sana: x^2 + (y - sqrt(abs(x)))^2 = 1
grafik apakah yang muncul?

cheers... :)
Silahkan share artikel ini dengan klik tombol facebook atau twitter di atas...

keywords: matematika ui, pengalaman matematika, lulusan matematika, alumni matematika, pekerjaan lulusan matematika, profesi alumni matematika, matematika statistika, aktuaria, riset operasi, matematika komputasi, mathematics university of indonesia, fungsi cinta, grafik cinta.
Read more > Matematika: apa, bagaimana, dan mau jadi apa?

MIPA Tak Miskin Prospek Kerja!

Nggak nyangka banget ya, udah 2,5 tahun aku menjadi mahasiswa jurusan matematika di salah satu perguruan tinggi negeri yang cukup terkenal di Yogyakarta. Mengingat dulu perjuangan untuk tembus ke Univ negeri itu bukan sesuatu yang mudah! Ini aja diterima bukan pada pilihan pertama melainkan pilihan kedua. Dulu pilihan pertama aku mengambil jurusan pendidikan matematika, trus pilihan yang kedua ngambil matematika murni. Eh eh eh, tau – taunya diterima di pilihan yang kedua. Pertamanya agak gimana gitu, soalnya dulu waktu masih SMA sama sekali tak terbanyang dipikiranku untuk masuk ilmu murni, penginnya pendidikan, karena dari kecil aku dah bercita – cita untuk menjadi seorang guru. Tapi mungkin takdir
berkehendak lain, masuk murni deh akhirnya… Sempat sebelum daftar ulang  banyak teman – temanku yang bertanya, “yakin, kamu mau masuk murni?”, mungkin pertanyaan itu untuk menyakinkanku. Dan setelah aku jawab dengan insya alloh, mereka pun tak berhenti untuk bartanya. Pertanyaan yang terlontar dari mereka selanjutnya adalah “Mau kerja apa kamu setelah lulus dari matematika murni?”. Jujur aja, aku pun bingung untuk menjawabnya. Sama sekali tak ada bayangan dibenakku mau kerja apa kalau udah lulus nanti. Ada yang bilang juga katanya kalau matematika murni itu lebih susah. Entah kenapa ya anggapan – anggapan dari temen – temenku itu masuk dari telinga kanan dan kemudian keluar melalui telinga kiri, ilang begitu saja, dan nggak aku pikirkan…. Secara ya, mungkin aku menganggap anggapan – anggapan seperti itu yang membuat pesimis! Tapi untungnya, aku punya seorang ayah yang bener – bener the best dah, beliau mendukungku untuk tetap masuk ke matematika murni, dan beliau pun berkata menyakinkan, “Matematika murni kan juga bisa bekerja di BPS”. Mungkin hanya satu lapangan pekerjaan yang beliau kasih sebagai gambaranku ke depan, tapi dari situ aku menemukan semangat!!!!!!!
Rasanya lumayan sakit hati juga sih sama pertanyaan dari teman – teman, “Mau kerja apa kamu ambil matematika murni?”….Oh ya, kebanyakan yang melontarkan pertanyaan seperti itu adalah  teman – temanku yang masuk ke jalur pendidikan dari berbagai jurusan di FMIPA. Lalu muncul pertanyaan dalam benakku tapi tak kulontarkan kepada mereka. Pertanyaan itu adalah “emang pekerjaan itu cuma guru ya?”. Kalo sekarang mengingat pertanyaan itu rasanya berpikiran “begitu polosnya diriku dulu” wkwkwkwkwkw!
OK, next……. karena lumayan sakit hati ni ya, akhirnya aku curhat ke seseorang yang aku kenal lewat dunia maya. Dia adalah mahasiswa Ekonomi dari Universitas yang terkemuka di Indonesia. Setelah aku menceritakannya, dia malah ketawa. Dia nggak tertawa karena ceritaku, melainkan tertawa akan pertanyaan dari teman – temanku, “Mau kerja apa kamu ambil matematika murni?”. Sejujurnya aku bingung, apa yang dia tertawakan, kenapa dia menertawakan pertanyaan itu?. Dia malah berkata, seandainya dia disuruh milih masuk pendidikan atau murni, dia tetap memilih murni, kenapa? Kata dia, jika kita masuk ilmu murni maka materi yang dipelajari lebih luas dan kita diajarkan bagaimana penerapannya di lapangan, dari itu semua menjadikan prospek kedepan untuk lulusan murni jauh lebih luas dibandingkan dengan pendidikan ( karena basicnya udah berbeda ). Karena dia anak sosial, dia mengaku iri dengan anak – anak eksak terutama matematika, karena kami dari orang – orang eksak bisa masuk ke lapangan pekerjaannya tetapi belum tentu yang anak – anak sosial bisa masuk ke lapangan pekerjaan kami. Anak murni juga masih bisa menjadi tenaga pendidik, misalnya dosen.
Selama menjalani kuliah semester 1 dan 2, aku memang belum menemukan penerapan matematika secara pasti dalam lingkungan kerja. Tapi setelah semester 3, ternyata mata kuliahnya udah mulai masuk ke penerapan matematika dalam lingkungan kerja. Setelah itu mulai ada bayangan kedepannya. Tak cukup sampai di situ, aku pun masih penasaran dengan yang namanya penerapan matematika dalam dunia kerja, dan mengapa kebanyakan orang beranggapan kalau lulusan dari MIPA itu cenderung jadi ‘guru’ ke depannya. Akhrinya aku searching di google untuk menjawab rasa penasaranku itu. Hingga pada suatu hari aku membaca sebuah artikel yang isinya menjawab semua pertanyaaku itu. Berikut adalah isi artikelnya :
Ketika kita hendak memilih jurusan di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, kita akan menemukan satu fakultas yang berisi jurusan-jurusan atau departemen-departemen ilmu murni, seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, dan juga Farmasi. Di beberapa universitas, fakultas ini memiliki jurusan tambahan seperti Ilmu Komputer, Statistik, dan Instrumentasi. Fakultas tersebut adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
Fakultas MIPA adalah fakultas yang terfokus pada konsep keilmuan secara murni dan mendalam di bidang pada masing-masing jurusan. Ini terlihat jelas dari kurikulum yang dimiliki oleh tiap jurusan. Misalnya pada jurusan Kimia, fokus konsep diperdalam dengan adanya cabang-cabang seperti Kimia Analitik, Kimia Organik, Kimia Anorganik, dan Biokimia yang setiap cabangnya terdiri lagi dari berbagai spesifikasi (meskipun belum sepenuhnya diterapkan secara khusus). Begitu pula dengan jurusan yang lainnya.
Kefokusan pada ilmu dasar/murni yang dipelajari, membuat masyarakat berpikir bahwa MIPA adalah fakultas yang miskin dengan prospek dan prospek kerja. Sudah sangat berakar pola pikir dan anggapan bahwa lulusan MIPA hanya memiliki dua pilihan, ilmuwan atau guru. Ini disebabkan yang mereka pelajari hanyalah ilmu dasar dan kalaupun mereka bekerja di dunia perindustrian, mereka hanyalah konseptor penghuni laboratorium. Masalah penghasilan yang rendah pun turut menjadi bagian dari paradigma yang berkembang.
Padahal bila kita mengkaji lebih dalam lagi, kita akan menemukan fakta bahwa MIPA adalah ibu dari segala jurusan berbau sains. MIPA dapat pula diibaratkan sebagai akar dari sebuah pohon masa depan. Kalau kita sudah menjadi akar, bukankah kita akan punya banyak kesempatan untuk menumbuhkan jutaan cabang dalam mengembangkannya? Apalagi, di fakultas tersebut, para peserta didik akan diberikan penanaman pola pikir yang tidak diberikan di fakultas lain. Pola pikir yang berbeda dan berorientasi pada hal pasti akan menumbuhkan cabang-cabang yang kekar dan dinamis. Ketika sebuah pohon memiliki akar yang kuat, mau jadi pohon raksasa pun tidak masalah. Ini mengindikasikan bahwa visi menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pilar kemajuan bangsa akan tercapai dengan mudah bila para insan yang menghuni bangsa tersebut memiliki ilmu dasar yang kuat. Ini menunjukkan bahwa jurusan MIPA pun memiliki prospek yang luas.
Para lulusan MIPA pun memiliki banyak kesempatan untuk merangkul berbagai profesi. Industri perminyakan dan pertambangan yang dianggap sebagai lapangan kerja penuh untuk teknik, ternyata membutuhkan jasa ahli Kimia, Fisika, Biologi, dan Matematika dalam jumlah yang relatif banyak. Perkembangan teknologi yang progresif dan dinamis membuat dunia perindustrian mencari berbagai cabang baru mengenai proses dan analisis metode produksi dari gabungan tenaga MIPA maupun teknik.
Negara Indonesia yang merupakan negara berkembang, membutuhkan pribadi-pribadi yang mandiri. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila orientasi para mahasiswa bukanlah bekerja, tapi menciptakan lapangan kerja. Para lulusan MIPA yang memang memiliki bakat sebagai konseptor, dapat membuat dan menciptakan inovasi baru untuk proyek-proyek pembangunan di segala bidang/sektor, seperti sektor pangan, kesehatan, teknologi komputer, dan konversi energi. Tentu saja ini akan menyerap banyak tenaga kerja.
Kita pun dapat melihat salah satu contoh sosok sukses hasil didikan Fakultas MIPA, yaitu Profesor Yohanes Surya. Beliau berhasil membawa Indonesia menjadi juara dunia Olimpiade Fisika Internasional tahun 2006. Kini, beliau merangkap banyak profesi sebagai ilmuwan, motivator, dosen, penulis, dan pengembang industri.
MIPA memang hanya berorientasi pada ilmu dasar secara mendalam, tetapi kreativitas dan pola pikir yang diterapkan secara baik akan menjadikan insan-insan MIPA sebagai insan-insan produktif yang tidak bergantung penuh kepada institusi/pemerintah dalam berkarya. Ini adalah jalan terbaik untuk menciptakan propek yang baik pula bagi lulusan MIPA dan tidak menutup kemungkinan bagi lulusan dari jurusan lain.
Menjadi mahasiswa MIPA pun sebenarnya merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah. Dengan memperdalam pemahaman sains, kita jadi semakin mengerti bahwa semua fenomena dan keajaiban yang ada di alam ini berada di bawah kendali Dzat Yang Maha Kuasa, sehingga rasa syukur dan keimanan kita pun akan bertambah jika kita adalah kaum yang berfikir.
Dengan mendekatkan diri kepada Ilahi Rabbi, adakah yang masih ragu dengan prospek yang notabenenya adalah rezeki di masa depan? Prospek bukan hal yang mesti ditakuti. Prospek adalah tantangan yang mesti diciptakan sendiri, tentunya atas seizin-Nya. Meskipun memang, kondisi MIPA di Indonesia masih cukup tertinggal dibanding negara maju seperti Jepang yang dari segi spesifikasi dan teknologinya jauh di depan. Sebagai contoh, fokusnya MIPA-Biologi disana bukan lagi seperti Biokimia, tapi fokusnya sudah lebih dalam dan bercabang lagi seperti Bioprotein. Tetapi ini bukan alasan bagi kita untuk takut menjadi civitas MIPA. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang mau dan mampu mengembangkannya?
Sejauh ini, Indonesia memang terlihat lebih progress dan perhatian kepada jurusan sosial. Politikus, hakim, ekonom, semua terkesan menjadi profesi elit di mata masyarakat.  Namun ketahuilah, tulang punggung negeri yang nyata adalah sains dan teknologi. Jadi, masih banyak potensi yang bisa kita gali untuk membangun negeri melalui sains dan teknologi.
Menjadi mahasiswa MIPA bukanlah ancaman bagi kesuksesan masa depan. Justru dengan MIPA, kita bisa menciptakan masa depan baru untuk diri kita, lingkungan kita, dan Indonesia kita.
Read more > MIPA Tak Miskin Prospek Kerja!

Kuliah Matematika Murni, Mau Jadi Apa?

Banyak kawan-kawan saya yang bertanya bagaimana seh prospek lulusan matematika MIPA. pertanyaan yang klasik yang kerap kita temukan selama ini. Tapi yang menjadi miris hati saya, yang bertanya itu justru dari anak-anak matematika sendiri. Bahkan ada salah satu kawan saya yang sudah kuliah 3 semester. Karena putus asa, nilai jeblok, sudah tidak ada motivasi lagi untuk kuliah, dia sampai memutuskan untuk berhenti kuliah di matematika dan pindah ke jurusan lain. Semoga saja keputusannya itu yang terbaik untuknya. Tapi yang saya sayangkan kenapa keputusannya itu diambil setelah semester tiga. Kenapa dia tidak memikirkan terlebih dahulu bagaimana prospeknya kedepan sebelum mengambil jursan ini. Tapi apa dimau. Nasi sudah jadi bubur. Untuk itulah saya ingin sedikit menjelaskan kepada kawan-kawan bagaimana seh prospek lulusan matematika murni itu kedepan.
Memang umumnya matematika seringkali dipandang lebih sulit untuk bersaing, salah satu alasan yang melatarbelakangi pandangan ini adalah matematika dianggap abstrak dan tidak terkait langsung dengan kebutuhan pasar. Implikasi dari pandangan ini adalah, mahasiswa lulusan matematika umumnya masih terperangkap pada jenis pekerjaan sejenis, seperti keuangan dan statistika.


Berikut ini dipaparkan beberapa bidang pekerjaan yang membuka diri untuk dimasuki oleh matematikawan:
1.Statistika.
Bidang ini mungkin adalah bidang yang paling umum dikaitkan dengan matematika. Hal ini disebabkan statistik mempunyai aplikasi yang luas, baik di bidang industri maupun di bidang sosial serta sudah diakui manfaatnya. Di bidang industri, statistik biasanya dipakai sebagai alat untuk membantu melakukan kontrol agar produk yang dihasilkan mempunyai / memenuhi standar kualitas yang diinginkan dengan tingkat biaya yang minimum. Aplikasi statistik di bidang sosial sudah lebih terkenal dan lebih dahulu dibandingkan aplikasi statistik di bidang industri. Aplikasi yang paling dikenal adalah aplikasi statistik untuk kegiatan survey dan quesioner. Aplikasi inilah yang paling dikenal oleh masyarakat karena banyak pihak yang memanfaatkan kegiatan survey dan quesioner untuk kepentingannya, seperti mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu produk. Selain yang sudah disebutkan di atas, masih banyak aplikasi lain dari statistik, seperti process control, business control, dan lain-lain.
2. Analisis Selain statistik.
Bidang aplikasi matematik yang lain adalah analisis. Sering kali orang menyangka kalau bidang analisis ditujukan untuk menghasilkan formula matematika yang baru hasil dari formula yang sudah ada. Setidaknya, orang biasa berpikir kalau analisis hanya mengurusi masalah intern matematika. Padahal analisis pun bisa di aplikasikan ke bidang sosial. Salah satu aplikasi analisis yang sudah mulai populer adalah analisis di bidang pemasaran. Analisis ini ditujukan untuk memperoleh gambaran yang dapat diandalkan tentang bauran pemasaran dari suatu produk. Dengan mengetahui hal ini, perusahaan akan bisa memutuskan kapasitas produksi serta target penjualan yang realistis sehingga keuntungan yang diraih akan maksimal. Analisis pemasaran juga bisa dimanfaatkan untuk menentukan apakah suatu produk baru bisa diterima oleh pasar atau tidak. Selain yang sudah disebut diatas, tentu saja masih terdapat aplikasi lain dari analisis matematik seperti analisis kemampuan suatu industri / proses untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan, dan lain-lain.
3. Mathematical Modelling Pemodelan.
Matematika mungkin merupakan bidang yang relatif baru dikenal namun sudah banyak pihak yang berminat untuk memanfaatkannya. Aplikasi dari mathematical modelling / pemodelan matematika sangat luas dan bisa merambah ke dalam berbagai jenis industri. Selama yang ingin dimodelkan terdefinisi dengan jelas, maka model matematikanya pasti akan dapat ditemukan. Industri yang sangat giat memakai pemodelan matematika adalah industri yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi (setidaknya itulah yang diketahui oleh penulis). Lembaga-lembaga yang menyediakan jasa pemodelan matematika dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku di bidang industri migas. Dari pengalaman selama ini, pemodelan matematika mempunyai prospek yang sangat cerah dan menjanjikan bisnis dengan keuntungan yang menggiurkan.
4. Pemrograman.
Pemrograman adalah bidang yang sudah lama berkembang seiring perkembangan di bidang elektronika, terutama komputasi. Orang sering kali berpikir kalau pemrograman tidak berhubungan dengan matematika dan hany bisa dilakukan oleh orang yang berkecimpung di bidang teknik, seperti elektronika dan komputasi. Padahal pemrograman sangat mengandalkan keteraturan berpikir yang sangat khas dengan matematika. Pemrograman pada dasarnya adalah aplikasi praktis dari salah satu bidang dasar dari matematika, yaitu aljabar. Inilah yang sering kali tidak disadari, apalagi aljabar biasanya adalah bidang yang sering kali dihindari. Aplikasi aljabar yang umum di kenal adalah dalam masalah pengkodean suatu pesan berupa huruf, angka, atau simbol kedalam bentuk bilangan biner sehingga bisa didefinisikan oleh aliran listrik.
5. Aktuaria
Aktuaria mungkin adalah bidang yang relatif masih sangat baru, namun aplikasinya dengan cepat diketahui oleh industri terkait sehingga permintaan terhadap keahlian di bidang ini makin lama semakin bertambah. Industri yang biasa memanfaatkan aktuaria antara lain adalah industri asuransi. Asuransi memanfaatkan aktuaria untuk menghitung kelayakan seorang calon nasabah untuk membuat polis asuransi. Hal in dilakukan agar pihak industri tidak menanggung resiko yang terlalu besar sehingga akan menyebabkan industri tersebut goyah dan merugi. Selain dibidang asuransi, aktuaria juga di manfaatkan di bidang perbankan dan keuangan. (dari berbagai sumber).
Read more > Kuliah Matematika Murni, Mau Jadi Apa?

PROSPEK MATEMATIKA MURNI


mmmmmmmmmmmmmmmmmmm
Bagi kamu yang sekarang lagi kuliah di Program Studi (Prodi) Matematika. Atau pun yang mencintai dunia matematika. Mungkin kamu bingung.Lalu timbul pertanyaan. Lulusan matematika mau jadi apa sih? Mau kerja dimana? Parahnya pertanyaan itu kebanyakan dilontarkan oleh mahasiswa yang sedang menjalani kuliah di prodi matematika. Ironis memang. Tapi itulah kenyataannya.
Berikut ini akan saya bagikan informasi tentang prospek prodi matematika.

1. BANK
Lulusan matematika banyak dibutuhkan di Bank karena analisisnya yang tajam sehingga diharapkan mampu menganalisa tren pasar saat ini. Lalu mampukah lulusan matematika bersaing dengan lulusan ekonomi atau akuntansi yang memang ditujukan untuk kerja di bank? Ini adalah tantangan kamu. Yang paling penting dalam bekerja adalah bisa beradaptasi dengan pekerjaan , berfikir logis, analisis, dan kerjasama tim. Untuk urusan berfikir logis dan analisis jelas anak matematika lebih unggul dari yang lain. Tetapi untuk urusan adaptasi /penyesuaian diri dan kerjasama tim , anak matematika bisa dikatakan masih kurang.
Mengapa?
Karena anak matematika sudah terbiasa dengan soal-soal yang penuh symbol dan abstrak. Saking terbiasanya sampai sampai yang hafal hanya teori saja, prakteknya nol besar alias kurang terampil.
Lalu bagaimana dengan kerjasama tim? Kalau menurut pengamatan saya, kebanyakan anak matematika cenderung egois. Yang dikejar hanya nilai kuliah, ujian , tugas, dll. Tanpa mau peduli dengan lingkungan sekitar. Untuk itu mulailah peduli dengan lingkungan. Bersosialisasilah dengan kawan barumu. Jangan hanya kuliah, kuliah, dan kuliah. Ikutlah organisasi di kampus. Ini penting untuk melatih soft skill kamu.

2 LEMBAGA STATISTIK
Lulusan matematika juga banyak diburu oleh lembaga statistic. Karena kemampuan analisis dan mengolah data mereka yang bagus. Jika kamu berminat dengan statistic, masuklah ke lembaga statistic. Statistik tidaklah sulit. Karena untuk memproses data statistic , rumusnya sudah ada. Tinggal memasukkan data ke rumus saja. Namun kamu harus rajin dan teliti. Karena factor ketelitian sangat dibutuhkan dalam hal ini.
3 PENGAJAR
Ini adalah prospek yang sudah sering kita dengar. Lulusan matematika bisa juga jadi guru atau dosen. Profesi ini sungguh mulia karena mencerdaskan anak bangsa. Apalagi saat ini pemerintah telah memperhatikan kesejahteraan guru dengan memberikan tunjangan-tunjangan yang tentunya bisa menambah taraf hidup guru menjadi layak.

4 LEMBAGA PENELITIAN
Saat ini pemerintah sedang menggalakkan program penelitian. Karena penelitian di Indonesia masih tergolong minim. Banyak lulusan cerdas Indonesia yang terpaksa ke luar negeri dan bekerja di sana karena lahan penelitian di luar negeri ada banyak. Untuk jadi seorang peneliti kamu haruslah giat belajar. Karena proses meneliti adalah untuk menemukan sesuatu yang baru. Jadi yang dibutuhkan adalah semangat untuk mencoba dan mengotak-atik rumus. Siapa tau kelak kamu jadi seorang peneliti yang menemukan rumus menghitung kecepatan nyawa seseorang saat dicabut hingga sampai ke langit ke tujuh, hehe. Karena yang menemukan orang Indonesia asli bisa saja nama rumusnya menjadi Theorema Sastro Pawiro, hehe.

5 PENGUSAHA
Siapa sih orang yang gak kepengen jadi pengusaha. Hampir semua orang pengen jadi pengusaha. Lulusan matematika juga bisa jadi pengusaha lho. Kemampuan menganalisa pasar, membaca selera konsumen, dan berfikir logis dapat digunakan untuk membuka usaha.
Pertanyaannya sekarang apakah anak matematika punya jiwa entrepreneurship? Bagi yang menyukai tantangan , tentu saja pilihan jadi pengusaha setelah lulus adalah sebuah pilihan cerdas. Oleh karena itu, mulailah dari sekarang menyukai segala bentuk tantangan. Tingkatkan kemampuan bisnis kamu. Tambahlah jumlah kawanmu, karena teman adalah salah satu factor yang memperlancar usahamu kelak. Yang paling mendasar adalah masalah mentalitas. Jangan punya mental orang gajian. Kerja untuk digaji, jangan. Harusnya kamu ciptakan usaha sendiri dan malah kamu yang menggaji karyawan kamu,
Pengalaman juga penting. Jangan hanya kuliah ,kuliah, dan kuliah. Cari pengalaman yang baru. Kerja part time, ngeles anak sekolah, bisnis jualan pulsa, bisnis online , berjualan di pasar, dll dapat dijadikan pengalaman yang berharga. Memang sih nilai IPK yang bagus dapat membantu kamu saat mau cari kerja kelak. Tapi itu semua tak akan berarti kalau kamu sudah masuk di dunia nyata. Jadi intinya kita kuliah itu Cuma buat mempersiapkan diri lolos tes administrasi pas mau masuk kerja doing. Selebihnya, sudah tak diperlukan lagi.
Kesimpulannya, lulusan matematika masih banyak dibutuhkan oleh dunia kerja. Selalu tingkatkan pengetahuanmu dalam hal apa saja. Jangan batasi dirimu dengan hal-hal yang menghambat. Bersiaplah menyongsong kehidupan yang lebih baik.
Read more > PROSPEK MATEMATIKA MURNI

Panduan Guru: Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran Matematika SMP

BAB II
PANDUAN KHUSUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA

            Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan modern,  mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Untuk membekali peserta didik menjadi seorang penguasa teknologi yang mampu memanfaatkan ilmunya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidaklah cukup hanya dengan membekali penguasaan kognitif saja, namun diperlukan pembentukan karakter peserta didik. Berikut adalah nilai-nilai karakter utama dan pokok dalam pembelajaran matematika.
  1. A.    Karakter utama untuk pelajaran Matematika
Karakter utama untuk pelajaran matematika meliputi berpikir logis, kritis, kerja keras, keingintahuan, kemandirian, percaya  diri. Tabel 1.2 berikut mendeskripsi-kan  nilai karakter dan indikatornya
Tabel 1.2 Nilai-Nilai Karakter dan Indikatornya
No
Nilai Karakter Utama
Indikator
1Berpikir logis, kritis, reatif, dan inovatif 1)   memaparkan pendapat didasarkan pada fakta empirik
2)   menunjukkan kekuatan dan kelemahan suatu permasalahan
3)   memberikan pemikiran alternatif pada permasalahan yang dihadapi
4)   memaparkan cara atau hasil baru dan mutakhir dari apa yang telah dimiliki

5)   memberikan gagasan dengan cara-cara yang asli atau bukan klise
2Kerja keras 1) menyelesaikan semua tugas dengan  baik dan tepat waktu
2)    tidak putus asa dalam menghadapi  masalah
3)    tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah
3Keingintahuan 1)    menanyakan segala sesuatu yang belum diketahui
2)    mengamati perubahan-perubahan dari hal-hal atau kejadian
3)    berupaya mencari sumber belajar tentang konsep atau masalah yang dipelajari /dijumpai
4)    berupaya untuk mencari masalah yang lebih menantang
5)    aktif dalam mencari informasi
4Kemandirian 1)     memiliki keyakinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi
2)    memiliki  keyakinan akan kemampuan dirinya
3)    mencatat hal-hal penting yang terkait dengan materi pelajaran matematika

4)  mencari strategi untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan pemikirannya sendiri

5)  mempunyai kemampuan untuk mengatur belajarnya sendiri

6)  memiliki perilaku yang dapat menentukan tujuan belajar, sumber belajar, materi yang dipelajari, dan bagaimana mempelajarinya
5.Percaya diri 1)  menguasai materi prasyarat untuk menyelesaikan materi berikutnya
2)  mempunyai inisiatif
3)   memiliki keyakinan dapat menyelesaikan masalah yang  dihadapi
4)   tidak menunjukkan keragu-raguan dalam melakukan sesuatu
5)   menunjukkan keberanian menyampaikan pendapat saat berdiskusi di kelas
6)   tidak mengeluh saat menyelesaikan masalah yang diberikan guru
  1. B.           Karakter pokok pada pelajaran Matematika

Karakter pokok pada pelajaran matematika meliputi religius, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian,  dan demokratis. Tabel 2.1 menguraikan deskripsi masing-masing nilai karakter tersebut beserta indikatornya
Tabel 2.1 Deskripsi Nilai-Nilai Karakter dan Indikatornya
No
Nilai Karakter Pokok
Indikator
1Kereligiusan 1) mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai model matematika
2) mengagumi kebesaran Tuhan karena kemampuan dirinya untuk hidup sebagai anggota masyarakat
3) mengagumi kekuasaan Tuhan yang telah mencipta kan berbagai alam semesta
4)  mengagumi kebesaran Tuhan karena adanya agama sebagai sumber keteraturan hidup masyarakat
2Kejujuran1) tidak menyontek ataupun menjadi plagiat dalam mengerjakan setiap tugas
2) mengemukakan rasa senang atau tidak senang terhadap pelajaran
3) menyatakan sikap terhadap suatu materi diskusi kelas
4)  mengemukakan pendapat tanpa ragu tentang suatu pokok diskusi
5)  menyelesaikan masalah dilakukan sesuai dengan kemampuannya sendiri
3Kecerdasan1) pikiran dan perilaku yang berupa reaksi yang cermat, tepat dan  cepat/akurat terhadap pengalaman baru
2) cermat, tepat dan cepat/tangkas menyelesaikan masalah
3) mampu menerapkan pengetahuan yang diperolehnya terhadap hal-hal yang baru
4Ketangguhan 1)   sikap dan perilaku pantang menyerah /tidak mudah  putus asa dalam mengahadapi berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
2)   kokoh mempertahankan pendapatnya
3)  mampu mengatasi berbagai masalah menjadi tugasnya atau apa yang diinginkannya
4) berpendirian kuat untuk mempertahankan hati nuraninya
5) tidak mudah berubah sikap dalam menghadapi masalah
5Kedemokratisan1) memilih ketua kelompok berdasarkan suara terbanyak
2)   mendukung hasil kesepakatan
3)   mengemukakan pikiran tentang idenya
4) memberi kesempatan orang lain untuk mengemukakan pendapat sesuai dengan cara masing-masing
6Kepedulian1) sikap simpati dan empati bagi orang lain atau kelompok yang kurang  beruntung
3)   memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya terhadap  orang lain  yang mempunyai masalah
3) membantu teman lain menyelesaikan masalah  dalam segala situasi


4)   memberikan bimbingan teman lain yang menemui masalah
  1. C.           Kegiatan Pembelajaran yang Mengembangkan Karakter pada Pembelajaran Matematika
Dalam kegiatan pembelajaran matematika diperlukan strategi pembelajaran yang dapat mengintegrasikan pembentukan karakter peserta didik. Tabel 2.2 berikut adalah contoh kegiatan pembelajaran matematika yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan.
Tabel 2.2 Contoh Kegiatan Pembelajaran Matematika yang Mengintegrasikan Nilai-Nilai Karakter
No
Nilai Karakter
Kegiatan Pembelajaran
1Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif 1)      melakukan kegiatan investigasi/penelitian
2)      menyelesaikan persoalan pemecahan masalah
3)      menyelesaikan persoalan open-ended untuk memberikan pemikiran alternatif pemecahannya
4)      melakukan kegiatan laboratorium untuk mengumpul kan fakta empirik sebagai dasar pengambilan ke simpulan
5)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif

6)      melakukan analisis dari masalah yang dihadapi
2Kerja keras 1)      menyelesaikan tugas di dalam kelas, tugas pekerjaan rumah, tugas terstruktur
2)      menyelesaikan tugas sesuai batas waktu yang ditetapkan
3)      menyelesaikan tugas proyek
4)      tidak berhenti menyelesaikan masalah sebelum selesai
5)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kerja keras
3Keinginta-huan 1)      melakukan kegiatan tanya jawab saat kegiatan apersepsi
2)      melakukan kegiatan tanya jawab pada kegiatan diskusi
3)      menugaskan peserta didik membuat pertanyaan  (mengunakan metode problem posing )
4)      menugaskan peserta didik mencari sumber belajar
5)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai keingintahuan
4Kemandirian 1)      melakukan penilaian secara individu
2)     menyelesaikan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya
3)      melakukan kegiatan penyelidikan untuk penemuan konsep
4)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kemandirian
5)      aktif dalam melakukan refleksi

6)   tidak ada keragu-raguan  menyampaikan pendapat saat berdiskusi di kelas

7)   dengan rela  menyelesaikan sendiri masalah yang diberikan guru
5Percaya diri 1)      melakukan tanya jawab saat apersepsi tentang materi prasyarat
2)      mengajukan pertanyaan dan pernyataan atas suatu masalah
3)      menyelesaikan masalah yang dihadapi
4)      melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai percaya diri
6Kereligiusan 1)  menyiapkan peserta didik dimulai dengan berdoa apabila jam pertama, absensi, kebersihan kelas,  dst
2) mengagumi kebesaran Tuhan melalui penyampaian materi matematika secara kontekstual yang terkait dengan dunia peserta didik dan materi, misalnya adanya keteratuan bentuk geometri, keteratuan dan lain sebagainya
7Kejujuran1) mengerjakan soal ujia secara individu tanpa menyontek
2) mengerjakan tugas pekerjaan rumah secara individu dan tidak menjadi plagiat dalam mengerjakan setiap tugas
3) melakukan kegiatan refleksi sehingga peserta didik dapat mengemukakan rasa senang atau tidak senang terhadap pelajaran
4) melakukan kegiatan diskusi agar peserta didik dapat mengemukakan pendapat tanpa ragu tentang suatu pokok diskusi
5) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kejujuran
8Kecerdasan1)   memberikan latihan/soal pemecahan masalah
2)   melakukan kegiatan penemuan
3) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kecerdasan
9Ketangguhan 1)   sikap dan perilaku pantang menyerah /tidak mudah  putus asa dalam mengahadapi berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
1)   mengikuti kegiatan pembelajaran dalam berbagai situasi
2)   menyelesaikan  berbagai masalah yang menjadi tugasnya atau apa yang diinginkannya
3)   mempertahankan pendapatnya dalam kelompok diskusi atau aktivitas lain
2) mampu mengatasi berbagai masalah menjadi tugasnya atau apa yang diinginkan nya
3) berpendirian kuat untuk mempertahankan hati      nuraninya
4) tidak mudah berubah sikap dalam menghadapi      masalah
5) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai ketangguhan
10Kedemokra-tisan1) memberikan kesempatan pada peserta didik untuk memilih ketua kelompok saat kegiatan diskusi
2) memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok
3) memberi kesempatan pada peserta didik ntuk mengemukakan pendapat sesuai dengan cara masing-masing saat kegiatan diskusi
4) memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok
5) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kedemokratisan


5)  menghargai pendapat orang lain yang sedikit berbeda atau berbeda sama sekali dengan dirinya
11Kepedulian1)   memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disampaikan teman lain
2)   memberikan kesempatan pendapat teman lain  saat kegiatan tanya jawab
 3) memberikan bantuan terhadap teman sesuai dengan kemampuannya terhadap  teman lain yang memiliki masalah
4) memberikan penghargaan pada kegiatan diskusi saat teman lain menyelesaikan masalah
5) melakukan tanya jawab berkaitan materi matematika dan keterkaitan dengan persoalan kontekstual dengan  nilai kepedulian
  1. D.          Penggunaan BSE Mata Pelajaran Matematika untuk Pendidikan Karakter
Secara umum buku pelajaran BSE Matematika yang beredar saat ini dari segi isi atau konsep, grafis, bahasa, tampilan layak untuk digunakan, dan memuat nilai karakter.
Beberapa bagian dalam BSE Matematika dapat dipilih sebagai bahan rujukan untuk pendidikan karakter. Berikut adalah salah satu cuplikan gambaran umum BSE mata pelajaran Matematika didasarkan pada hasil content analysis sebagai berikut.
  1. BSE memiliki tujuan pembelajaran sesuai dengan pengembangan standar isi dan pendidikan karakter.
Contoh :
Dalam buku BSE tercantum secara eksplisit tujuan pembelajaran yang akan membantu siswa menguasai Standar Kompetensi yang berbunyi : (6) Memahami konsep segitiga dan segi empat serta menentukan ukurannya, dengan kompetensi dasar : (6.1) Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya; (6.2) Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang; (6.3) Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah; (6.4) Melukis segitiga, garis tinggi, garis bagi, garis berat dan garis sumbu
Dewi Nuharini dan Tri Wahyuni. 2008
  1. BSE berpotensi menyajikan bahan ajar yang menciptakan siswa aktif dan bahasa membumi serta tidak multi tafsir
Contoh :
Dalam materi ini memungkinkan terciptanya aktivitas siswa melalui kegiatan penyelidikan yang diawali dengan aktivitas melukis semua garis tinggi pada segitiga yang telah ditentukan seperti yang ditunjukkan dalam gambar, sehingga tidak menyebabkan multi tafsir. Disamping itu dapat diamati keaktifan siswa dalam melukis garis bagi. Keaktifan tersebut dilakukan siswa atas dasar informasi yang menyatakan :
  1. “Dengan menggunakan penggaris dan jangka, lukislah semua garis tinggi pada segitiga ABC berikut”. Redaksi pada perintah tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami peserta didik kelas VII sehingga peserta didik melaksanakan tersebut yaitu melukis ketiga garis tinggi.
  2. “Apa yang dapat kamu simpulkan dari ketiga garis tinggi tersebut “ juga menggunakan kalimat yang sederhana yang mudah dipahami, yaitu menyelidiki perpotongan ketiga garis tinggi yang dilukis tersebut
Melalui cara menggunakan penggaris dan jangka dapat dilakukan penilaian autentik dengan instrumen non tes berupa rubrik. Penilaian dilakukan pada saat peserta didik melukis garis tinggi. Dengan cara yang sama pada saat peserta didik melukis garis bagi pada segitiga yang digambar pada bukunya. Gambar segitiga tidak jauh berbeda dengan gambar yang ada pada  buku BSE.
Atik Wintarti dkk.2008.
  1. BSE memuat bahan ajar dengan gambar menarik, relevan dengan konsep yang disajikan dan tidak mengandung multi tafsir
Contoh:
Bahan ajar yang menampilkan gambar-gambar menarik , jelas, relevan dengan konsep, mudah untuk diikuti untuk melakukan kegiatan. Gambar bekas goresan jangka berupa dua buah busur lingkaran dapat di amati dengan jelas. Demikian pula gambar titik potong kedua busur lingkaran dapat dilihat secara jelas pula.
  Atik Wintarti dkk.2008
  1. BSE adalah bahan ajar yang memiliki nilai karakter, baik secara implisit maupun eksplisit.
Contoh :
Dalam materi ini tampak bahwa tugas mandiri diberikan dengan maksud untuk menumbuhkan kerja keras dan ketangguhan dan percaya diri. Kegiatan tersebut melatih berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif  dalam menyelidiki dua segitiga yang kongruen. Peserta didik akan menyusun bangun baru dari dua segitiga yang sebangun. Kegiatan menyusun bangun baru dari dua segitga yang sebangun tersebut dapat mendorong peserta didik agar  kerja keras dan percaya diri dalam melakukan penyelidikan .
                                                                        Dewi Nuharini dan Tri Wahyuni. 2008
  1. E.           Strategi penggunaan BSE mata pelajaran matematika untuk pendidikan karakter
Banyak strategi penggunaan BSE Matematika sebagai bahan ajar yang mengintegrasikan nilai karakter. Berikut adalah beberapa contoh strategi dalam penggunaan BSE yang dapat dipilih
  1. Adaptasi lengkap sebelum pembelajaran dilaksanakan.
Sub topik melukis segitiga yang termuat dalam salah satu buku BSE. Dari segi isi, metode dan evaluasi sudah cukup layak sebagai bahan ajar, namun belum menunjukkan adanya integrasi  pendidikan karakter. Berikut adalah adaptasi lengkap yang dapat dilakukan baik dari isi, metode pembelajaran maupun pengembangan evaluasi yang dapat mengintegrasikan pendidikan karakter.
Contoh:
Dewi Nuharini dan Tri Wahyuni. 2008
Adaptasi yang dapat dilakukan melalui isi, metode dan evaluasi. Berikut adalah contoh adaptasi yang dapat dilakukan.
Dari segi isi/materi guru dapat memberikan materi yang kontekstual, persoalan kontekstual yang disampaikan misalnya akan dibuat pelengkap bangunan masjid secara bergotong royong,. Ssaat ini dibuat pelengkap bangunan berbentuk segitiga sama kaki dengan besar salah satu sudut 45o dengan panjang salah satu sisi adalah 2 m. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan gambar segitiga yang tepat. Melalui penyampaian materi ini, peserta didik dapat berinovasi,  dan berkreativitas dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Agar karaktekr demokrasi, serta kepedulian timbul, materi tersebut dapat dilakukan dengan meminta peserta didik menyelesaikan dalam diskusi kelompok dan mempresentasikan penyelesaian permasalahan tersebut.
Evaluasi yang dilakukan masih pada evaluasi kognitif, untuk itu dapat ditambahkan evaluasi  untuk mengukur kemampuan lainnya sebagai contoh:
 Lembar Penilaian Diri

Nama : …………………          Kelas  : ……………                 Tanggal         …………
Petunjuk:
Berilah tanda Ö sesuai dengan keadaanmu yang sebenarnya!

Skala Penilaian


54321
Selalu dibantu teman saat mengerjakan tugas




Tidak pernah dibantu saat mengerjakan tugas
Mengerjakan soal ujian sendiri




Melihat pekerjaan teman bila diperlukan
Selalu mencontoh pekerjaan teman




Tidak pernah mencontoh pekerjaan teman
Selalu merefleksi setiap kegiatan pembelajaran




Tidakpernah merefleksi kegiatan pembelajaran
Selalu ragu menge-mukakan pendapat




Tidak pernah ragu mengemukakan pendapat
Selalu memeriksa kembali  pekerjaan nya sebelum di kumpulkan




Tidak pernah  me meriksa  kembali pe kerjaannya sebelum di kumpulkan
Selalu melirik hasil akhir teman disebelahnya     Tidak pernah melirik hasil akhir teman disebelahnya
b. Adaptasi sebagian/parsial sebelum pembelajaran dilaksanakan.
Beberapa bagian dalam BSE sangat mungkin tidak sesuai dengan situasi pembelajaran yang akan diciptakan, misalnya dalam contoh (a) kesimpulan sudah dicantumkan dalam BSE, sehingga dikhawatirkan siswa tidak melakukan kegiatan eksplorasi, dan tidak melatih berpikir logis dikarenakan hasil sudah ditunjukkan dalam kesimpulan, sehingga kesimpulan disarankan untuk dihilangkan.
  1. Adaptasi sebagian/parsial selama pembelajaran dilaksanakan
Dalam penggunaan sumber BSE pada bagian  (a) saat pembelajaran, sangat mungkin situasi yang tidak diharapkan muncul, misalnya kegiatan penyelidikan untuk melatih befikir kritis belum muncul dikarenakan persoalan yang kurang beragam, sehingga diperlukan perubahan pada saat siswa mendiskusikan permasalahan tersebut, gantilah/tambahkan persoalan yang lebih sederhana dengan ukuran sudut istimewa, sehingga peserta didik lebih mudah untuk melakukan eksplorasi.
Contoh berikut merupakan masalah yang lebih sederhana, karena gambar segitiga yang dibuat adalah segitiga samakaki (yang memiliki dua sisi sama panjang) disertai langkah-langkah yang masih memungkinkan siswa untuk melakukan eksplorasi
Adaptasi yang dapat dilakukan dengan mengubah persoalan, sehingga peserta didik dapat melakukan kegiatan eksplorasi:
1. Coba lukis segitiga samasisi KLM
  1. Buatlah sketsa dari unsur-unsur yang diketahui dan berilah tanda pada sketsa tersebut.
  2. Langkah apa yang kamu lakukan dahulu untuk melukis DKLM?
  3. Sebutkan langkah-lankah yang kamu gunakan untuk melukis DKLM?
  4. Adakah cara lain untuk melukis  DKLM?Jelaskan!
  5. Coba lukis segitiga samakaki  ABC dengan besar sudut ÐB = ÐC
    1. Buatlah sketsa dari unsur-unsur yang diketahui dan berilah tanda pada sketsa tersebut.
    2. Langkah apa yang kamu lakukan dahulu untuk melukis DKLM?
    3. Sebutkan langkah-langkah yang kamu gunakan untuk melukis DKLM?
    4. Jenis segitiga apakah DKLM, jika dilihat dari besar sudur dan panjang sisi?
    5. Adakah cara lain untuk melukis  DKLM?Jelaskan!
Sumber:  Pelatihan Pendikar untuk SMP
Read more > Panduan Guru: Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran Matematika SMP

INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER

Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga   masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat    atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena  itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni  pendidikan nilai-nilai luhur   yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda.
Berdasarkan kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, peraturan/hukum, etika akademik, dan prinsip-prinsip HAM, telah teridentifikasi butir-butir nilai yang dikelompokkan menjadi lima nilai utama, yaitu nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan serta kebangsaan. Berikut adalah daftar nilai-nilai utama yang dimaksud dan diskripsi ringkasnya.
1.      Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan
a.       Religius
Pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.
2.      Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri
a.       Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain
b.      Bertanggung jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME.
c.       Bergaya hidup sehat
Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
d.        Disiplin 
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
e.         Kerja keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan  guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
f.       Percaya diri
Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.
g.      Berjiwa wirausaha
Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
h.      Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif
Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika  untuk  menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari  apa yang telah dimiliki.
i.        Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
j.          Ingin tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
k.        Cinta ilmu
Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap pengetahuan.
3.      Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama
a.       Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain
Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain.
b.      Patuh pada aturan-aturan sosial
Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan  kepentingan umum.
c.         Menghargai  karya dan prestasi orang lain
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
d.      Santun
Sifat yang halus dan baik  dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang.
e.       Demokratis
Cara berfikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama  hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
4.      Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan
a.       Peduli sosial dan lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
5.      Nilai kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
a.       Nasionalis
Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap bahasa,  lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.
b.      Menghargai keberagaman
Sikap memberikan respek/ hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk  fisik, sifat, adat, budaya, suku, dan agama.

Adapun contoh Intetrasi pendidikan karakter dalam setiap Materi Matematika dapat didownlod langsung di link di bawah ini. Ohya, ini semua juga hasil karya Mahasiswa matematika IAIN Walisongo angkatan 2009. Good Job pren... Lanjutkan !!!

Downlaod Contoh integrasi Pendidikan karakter (SMP) klik disini

Download Contoh Integrasi Pendidikan karakter (SMA) klik disini

 
Read more > INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER
 
 
Copyright © MXM BERBAGI INFO
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo