Minggu, 31 Maret 2013

10 Tempat Wisata Ketinggian Yang Mendebarkan


Puncak Tyrol
 
Berada di ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Platform yang didesain Astearchitecture ini terletak di Tyrol, Austria. Baja tahan cuaca digunakan dalam pembangunannya untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Para pengunjung dapat berdiri sembilan meter dari puncak gunung untuk melihat pemandangan gletser Stubai.

Iguazu

 
Berbentuk spiral dan berlokasi di salah satu air terjun Iguazu di Brasil. Selain air terjun yang memang menakjubkan, lokasinya yang berada di hutan lindung subtropis membuat wisata di tempat ini semakin menyenangkan. Platform pemandangan ini begitu dekatnya sehingga para pengunjung akan tersemprot oleh percikan air. Bahkan, telinga seakan tuli sejenak oleh raungan air jatuh dari ketinggian 80 kaki.

Dachstein Skywalk

Berada di ketinggian 2.700 mdpl. Skywalk ini termasuk tujuan populer di Styria, Austria. Disebut "balkon" pegunungan Alpen, Dachstein Skywalk berada pada ketinggian 2.700 mdpl dan di atas bebatuan vertikal Hunerkogel setinggi 250 m. Pemandangan 360 derajat memperlihatkan kepada para pengunjung panorama alam Slovenia di selatan Republik Czech di sebelah utara. Skywalk ini jauh lebih tinggi dari platform di air terjun Niagara ataupun yang berada di air terjun Iguazu, Brasil.

Willis Tower Skydeck (Sears Tower)

 http://www.chicagodossier.us/Resv/destination_img/usa/il/chicago/chicago-willis-tower-skydeck-glas-balcony_350.jpg
Para pengunjung dapat merasakan jantung berdegup saat berdiri di atas sebuah lantai kaca yang berada di atas ketinggian 103 lantai dengan pemandangan langsung ke bawah. Inilah sebuah "permainan" baru yang bisa membuat jantung copot di SkyDeck, Tower Sears, Chicago, Amerika Serikat. Para pengunjung cukup perlu berdiri di sebuah kotak yang terbuat dari kaca, terletak di luar jendela di atas ketinggian 412 meter.

Il Binocolo


Terbuat dari baja dan berlokasi di Merano BZ, Italia. Di dalam kebun kastil Trauttmansdorff, Italia, para pengunjung akan menemukan platform besi yang memukau ini keluar dari pepohonan. Dengan merujuk namanya, yang berarti teropong, berasal dari bentuk atap kecil platform tersebut dan pemandangan sekitar. Platform ini didesain oleh arsitek Matteo Thun.

Landscape Promontory

 
Landscape Promontory di Swiss, adalah platform pemandangan gantung yang didesain Paolo Burgi sebagai bagian proyek Cardada. Sebuah revitalisasi Gunung Cardada di Swiss yang diharapkan selesai pada tahun 2010. Lorong yang terbuat dari besi dan titanium berujung pada platform pemandangan dengan pemandangan Lago Maggiore. Bukan hanya pemandangan yang dapat dinikmati para pengunjung. Simbol-simbol di ubin dan sejumlah keterangan yang tertulis di susuran platform menawarkan referensi tentang sejarah dan kesusastraan.

Infinity Room

 
Terletak di House on the Rock di Wisconsin, Amerika Serikat, dengan panjang 200 meter dan ketinggian 150 m dari permukaan bukit. House on the Rock, pertama kali dibuka pada tahun 1959, adalah kompleks ruangan, jalan, kebun, dan toko dengan desain arsitektur unik oleh Alex Jordan Jr. Berlokasi di Spring Green, Wisconsin, dan merupakan tempat wisata regional. The Infinity Room di rumah itu memanjang beberapa ratus kaki dari lembah, tanpa penyangga di bawahnya, dengan lebih dari 3.000 jendela buatan tangan di pinggirnya.

5 Fingers Viewing Platform

 
Berada di Krippenstein, Austria, dengan bentuk lima jari sepanjang 12 meter. Para pelancong dapat melihat platform yang paling spektakuler di pegunungan Alpen. Betapa tidak, setiap bentuk jari selebar empat meter itu dibangun di atas tebing setinggi sekitar 400 meter. Platform ini dapat ditempuh kurang dari 20 menit dari Stasiun Krippenstein, Dachstein, dengan kendaraan kabel.

Grand Canyon Skywalk

 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f9/SkywalkFromOutsideLedge.jpg/220px-SkywalkFromOutsideLedge.jpg
Berada tepat di Grand Canyon dan di atas Sungai Colorado, Grand Canyon, Amerika Serikat. Platform menegangkan berbentuk tapal kuda ini bergantung tepat 4.000 kaki di atas tanah dan memanjang 65 kaki dari ujung tebing Grand Canyon. Skywalk berbentuk tapal kuda ini dibangun dari tembok kaca setebal empat inchi dan pengunjung diharuskan memakai kaus kaki antigores bila ingin berjalan dan melihat pemandangan di sana. Ini adalah karya arsitektur luar biasa yang sanggup menahan berat sampai 70 ton dan dapat menahan tiupan angin sampai 100 meter per jam.

Aurland Lookout

 
Arsitek Todd Saunders dan Tommie Wilhelmsen ditugaskan membuat desain tempat pemberhentian yang indah di atas Gunung Aurland di Norwegia dan menghasilkan si cantik ini yang mendapat tempat pertama di kompetisi rute wisata Norwegia. Sisi paling luar platform yang melengkung untuk membentuk fondasi struktur ditutup sebuah kaca. Ini jelas memberikan pemandangan luar biasa ke daratan di bawah untuk mereka yang berani berjalan sampai paling ujung.

  xixixixixixxiixi.......
Sumber : http://sebuah-catatanku.blogspot.com/2010/01/10-tempat-tinggi-yang-mendebarkan.html

Read more > 10 Tempat Wisata Ketinggian Yang Mendebarkan

Update! Membuat Tooltip Kotak Search Box Blogger

Yuk! Menghias Kotak Pencarian Blogger!

Membuat Tooltip Kotak Search Box (Tooltip Kotak Pencarian)
Lain dengan materi posting Pelajaran Blog beberapa waktu lalu yang membahas juga seputar kotak pencarian,kali ini kita hanya sebatas menghiasnya saja (pembaca:yah..ga seru dong!)

Tunggu dulu sob,ini bisa diterapkan di form apa aja kok,ya salah satunya pada form kotak pencarian yang akan dibahas pada sore hari ini :D

Memang contohnya seperti apa sih?,coba saja sobat lihat kotak pencarian di SINI

Gimana? ingin mencobanya sob? ikuti ya gan.

Langkah Memodifikasi Kotak Pencarian dengan Tooltip jQuery


Pertama,sobat pergilah ke Dashboard lalu pilih Tata Letak (gb1) kemudian pilih tab Edit HTML (gb2) dan jangan lupa contreng checklist 'Expand Widget Templates' (gb3)

kotak pencarian popup.
(1)


popup tooltip search box jquery.
(2)


trik cara membuat tooltip serach box.
(3)


Kemudian cari kode berikut (gunakan Ctrl+F untuk mempermudah pencarian):
</head>

Setelah sobat ketemukan kode </head> tersebut,tepat diatasnya letakkan script berikut:
<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.1/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
<link href='http://mrpujiajadeh.comze.com/gips.css' rel='stylesheet' type='text/css'/>
<script src='http://mrpujiajadeh.comze.com/gips.js' type='text/javascript'/>
<script type='text/javascript'>
$(document).ready(function () {
$(&#39;input#purple&#39;).gips({ &#39;theme&#39;: &#39;purple&#39;, autoHide: true, text: &#39;This is purple tooltip, auto hide after pausess time elapses.&#39; });
$(&#39;input#green&#39;).gips({ &#39;theme&#39;: &#39;green&#39;, placement: &#39;left&#39; });
$(&#39;input#yellow&#39;).gips({ &#39;theme&#39;: &#39;yellow&#39;, autoHide: true, placement: &#39;right&#39; });
$(&#39;input#red&#39;).gips({ &#39;theme&#39;: &#39;red&#39;, placement: &#39;bottom&#39; });
});
</script>

Setelah itu simpan templates.

Kemudian,sobat pergilah ke Dashboard lalu pilih Tata Letak (gb1) dan klik Add Gadget (gb5) kemudian pilih HTML/Javascript (gb6),lihat gambar:

membuat kotak pencarian jquery
(5)


how to create a jquery css popup tooltip for search box blogger
(6)



Setelah itu pilih HTML/Javascript (gb5) dan letakkan kode berikut:
<div id="demo"><form action='pelajaran-blog.blogspot.com/search' id='searchform' method='get'>
<input class="searchinput" id="red" name="q" onblur="if (this.value == &quot;&quot;) {this.value = &quot;Cari artikel disini..&quot;;}" onfocus="if (this.value == &quot;Cari artikel disini..&quot;) {this.value = &quot;&quot;;}" type="text" value="Cari artikel disini.." />
</form></div>

Simpan template sobat dan lihat hasilnya :D

Ref:
Read more > Update! Membuat Tooltip Kotak Search Box Blogger

Terusik Sikap Munafik

munafik 300x247 Terusik Sikap MunafikHanzhalah ra. pernah bertutur sebagai berikut: Suatu hari kami menghadiri Majelis Rasulullah saw. Beliau menyampaikan nasihat kepada kami. Nasihat itu membuat hati kami lembut sehingga kami menangis mencucurkan air mata, seolah-olah kami melihat surga dan neraka, seperti yang diceritakan oleh beliau.
Sepulangnya dari Majelis Rasulullah saw., saya kembali ke rumah menemui anak-istri saya, kembali bercanda dengan anak-anak dan bercumbu dengan istri saya. Kemudian kami mulai membicarakan masalah keduniaan. Suasana di rumah berbeda sekali dengan suasana di Majelis Rasulullah saw. Saat di majelis tadi saya merasa takut. Kini saya merasa gembira. Tiba-tiba saya berkata dalam hati, “Hanzhalah, engkau kini telah menjadi munafik! Nyatanya, keadaanmu ketika berada di hadapan Rasulullah saw. jauh berbeda dengan keadaan sekarang ketika kamu berada di rumah.”
Saya merasa sangat sedih dan kecewa terhadap diri saya. Saya pun keluar rumah dan berkata, “Hanzhalah telah menjadi munafik!”
Ketika saya bertemu dengan Abu Bakar, saya terus berkata demikian. Abu Bakar berkata, “Subhanallah! Apa yang engkau katakan? Sekali-kali Hanzhalah bukanlah seorang munafik.”
Saya berkata, “Ketika saya mendengar nasihat Nabi tadi, saya merasa surga dan neraka betul-betul di hadapan saya. Namun, ketika pulang bertemu dengan keluarga, saya melupakan kampung akhirat.”
Abu Bakar ra. berkata “Kalau begitu, keadaan saya juga demikian.”
Kemudian kami berdua menghadap Rasulullah saw. Saya berkata, “Ya, Rasulullah, saya telah menjadi orang munafik!”
Nabi saw. bertanya. “Apa yang telah terjadi?”
Saya menjawab, “Ya, Rasulullah, jika kami berada di majelismu dan engkau menceritakan tentang surga dan neraka kepada kami, kami merasa takut. Namun, jika kami kembali ke rumah menjumpai anak-istri kami, bercanda  dan bermain bersama mereka, kami melupakan surga dan neraka.”
Mendengar penjelasan saya, Nabi saw.  bersabda, “Demi Allah Yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika setiap saat keadaanmu seperti ketika berada di dekatku, dan terus berzikir, niscaya para malaikat akan mengucapkan salam kepadamu, baik kalian berada di atas tempat tidur maupun di jalanan. Akan tetapi, wahai Hanzalah yang demikian itu jarang terjadi.” (HR Muslim).
*****
Kisah Hanzhalah dan sabda Baginda Rasulullah saw. di atas setidaknya menyiratkan satu hal: kepekaan spiritual para Sahabat, yang dalam kisah di atas direpresentasikan oleh Hanzhalah dan Abu Bakar ra. Meski apa yang dilakukan Hanzhalah ra. dengan bercanda dengan keluarga atau membicarakan keduniaan bukan perkara maksiat, hal itu telah cukup menjadikan dirinya menyesal dan kecewa. Saking kecewanya, ia menyebut dirinya munafik. Pasalnya, hal demikian dianggap kontras dengan sikapnya saat berada di sisi Baginda Nabi saw.; saat mana seolah-olah hatinya selalu terkait dengan akhirat dan sering bercucuran air mata manakala diingatkan dengan surga dan neraka oleh beliau.
Tentu, Hanzhalah ra. bukanlah seorang munafik. Sebab, apa yang dia lakukan tidaklah mencerminkan perilaku munafik. Hanya saja, Hanzhalah memiliki kepekaan spiritual yang tinggi, yang menjadikan dirinya merasa bersalah saat berperilaku berbeda dalam dua keadaan; saat bersama Rasulullah saw. dan saat tidak bersama beliau.
*****
Apa yang dialami Hanzhalah dan Abu Bakar ra. tentu sering dialami oleh setiap Muslim, termasuk setiap pengemban dakwah. Saat berada dalam majelis zikir, misalnya, atau saat hadir di suatu acara training spiritual yang sarat inpirasi dan motivasi, banyak Muslim yang merasa imannya bertambah kuat; isak tangis kadang mewarnai penyesalan atas dosa-dosanya; kerinduan akan kehidupan akhirat (surga) tak jarang menjadikan dirinya merasa dekat dengan Allah SWT. Namun, setelah mereka keluar dari majelis zikir atau acara training itu, keadaannya kembali seperti sedia kala. Urusan dunia kembali nomor satu. Urusan akhirat kembali terlupakan.
Di kalangan para aktivis dakwah hal serupa tak jarang terjadi. Saat mereka hadir di dalamhalaqah yang dipimpin seorang mushrif yang amat mereka segani, atau saat mereka hadir di suatu majelis yang di situ ada pengarahan dari qiyadah—entah mas’ul, za’ir atau yang lainnya—misalnya, ghirah dakwah yang awalnya hampir padam kembali terang; yang awalnya tidak terlalu terang kembali menyala-nyala. Namun, tidak jarang selepas dari majelis tersebut—saat  kembali ke rumah, ke tempat kerja atau kembali mengurusi bisnis—ghirah itu kembali meredup, pada sebagian aktivis mungkin malah kembali padam.
Namun, berbeda dengan Hanzhalah atau Abu Bakar ra. yang sering merasa bersalah atas dua kondisi itu, kita acapkali melewati begitu saja dua kondisi demikian tanpa rasa penyesalan. Barangkali karena memang kita sudah terbiasa dengan dua kondisi di atas; karena kita sudah terbiasa dengan—meminjam istilah Hanzhalah ra.—‘kemunafikan’ tersebut.
Mengapa hal di atas bisa terjadi? Tak lain karena kegagalan kita untuk menghadirkan suasana majelis zikir, training spiritual, atau suasana halaqah dan pengarahan dari qiyadah dalam kehidupan kita. Mengapa gagal? Tak lain karena selama ini fokus perhatian kita adalah dunia, bukan akhirat; perhatian utama kita adalah keluarga, kerja dan bisnis, bukan urusan dakwah dengan menyebarkan opini Islam dan merekrut para kader dakwah. Selama dunia fokus utama kita; selama keluarga, kerja dan bisnis menjadi perhatian utama kita, selama itu pula kerinduan akan akhirat tak akan terlintas dalam diri kita; ghirah dakwah pun tak akan menyala-nyala; kecuali saat kita kembali hadir di majelis zikir, di acara-acara training spiritual, dalamhalaqah, atau di majelis yang di situ ada pengarahan dari qiyadah. Namun, saat fenomena itu yang terjadi, sesungguhnya ‘kemunafikan’—sekali lagi meminjam istilah Hanzhalah ra.—tetap akan menjadi bagian dari hidup kita. Jangan-jangan, inilah yang menjadikan nashrulLahterlambat datang untuk kita.
Wama tawfiqi illa bilLah wa ‘alayhi tawakaltu wa ilayhi unib. 
 
sumber: hidupberkah.com
Read more > Terusik Sikap Munafik

Sedekah Berlimpah Berkah

sedekahs 237x300 Sedekah Berlimpah BerkahUmmul Mukminin, Aisyah ra., suatu saat pernah mendapatkan hadiah berupa dua kantong harta berisi masing-masing 100 ribu dirham (total berarti 200 ribu dirham). Sebagaimana diketahui, satu dirham syar’i hari ini setara kira-kira Rp 70 ribu rupiah. Artinya, Aisyah ra. saat itu mendapatkan uang kira-kira Rp 14 miliar (200 ribu x Rp 70 ribu). Mendapatkan uang sebanyak itu, Aisyah ra. tidak lantas bergembira dan bersukacita, lalu menyimpannya atau menghabiskannya untuk kepentingan dan kesenangan dirinya. Sesaat setelah menerima hadiah uang itu, ia malah segera membagi-bagikan uang sebanyak itu kepada fakir miskin. Hanya dalam tempo beberapa jam saja, sejak pagi hingga sore, uang sebanyak Rp 14 miliar rupiah itu ludes disedekahkan semuanya. Tak ada satu dirham pun tersisa bagi dirinya. Padahal hari itu Aisyah ra. sedang berpuasa dan ia tidak tahu kalau hari itu ia tidak memiliki makanan untuk berbuka kecuali amat sedikit. Saat uang itu habis dibagikan menjelang magrib, Aisyah ra. berkata kepada pembantunya, “Coba engkau bawakan makanan untuk saya berbuka.”
Tak lama, pembantunya segera membawakan sepotong roti kering dan sedikit minyak zaitun.
“Adakah makanan yang lebih baik daripada ini?” tanya Aisyah ra.
“Andai tadi engkau menyisakan satu dirham saja, tentu kita dapat membeli sekerat daging,” jawab pembantunya.
“Mengapa engkau baru mengatakan itu sekarang? Andai saja tadi engkau meminta, tentu saya akan memberi kamu satu dirham,” kata Aisyah ra. (Al-Kandahlawi, Fadha-il A’mal, hlm. 679).
Demikianlah. Sepeninggal Baginda Rasulullah saw., dalam posisinya sebagai Ummul Mukminin, Aisyah ra. sering mendapatkan hadiah seperti ini, di antaranya dari Muawiyyah ra., Abdullah bin Umar ra., Zubair ra. dan para Sahabat lainnya. Apalagi saat itu kaum Muslim sering mendapatkan harta yang banyak (ghanimah) karena seringnya mereka meraih kemenangan dalam sejumlah peperangan. Walaupun banyak kaum Muslim saat itu yang memiliki banyak harta, dan sebagiannya banyak dihadiahkan kepada Ummul Mukminin Aisyah ra., Aisyah ra. tetap hidup sederhana.
Dalam kisah lain, sebagaimana dituturkan oleh Urwah ra., Aisyah ra. pernah menyedekahkan harta sebanyak 70 ribu dirham (kira-kira setara Rp 4,9 miliar), sementara saat itu beliau mengenakan pakaian yang amat sederhana bahkan bertambal.
Pada saat lain, Aisyah ra. sedang berpuasa. Selain sepotong roti, pada hari itu tak ada makanan di rumahnya untuk berbuka. Tiba-tiba datanglah seorang lelaki miskin. Ia lalu meminta sedikit makanan kepada Aisyah ra. Aisyah ra. segera memerintahkan pembantunya untuk memberikan sepotong roti itu kepada lelaki miskin tersebut. Pembantunya berkata, “Jika kita memberikan roti ini kepada orang itu, berarti kita tidak memiliki makanan untuk berbuka.”
“Biar saja,” jawab Aisyah ra. “Berikan saja roti itu kepada dia,” tegasnya lagi (Al-Kandahlawi, Fadha-il A’mal, hlm. 679).
*****
Pembaca yang budiman, apa yang terlintas di benak kita saat kita membaca kisah nyata di atas? Perasaan apa yang ada dalam dada kita saat membaca kisah Aisyah ra.—juga kisah-kisah keteladanan para Sahabat ataupun Shahabiyah yang serupa, yang sesungguhnya bertaburan dalam catatan sirah dan sejarah mereka? Saya akan mencoba menduga-duganya.

Pertama: 
Yang ada pasti sikap takjub. Namun, sebatas itu. Setelah itu, kisah semacam ini akan berlalu begitu saja dari benak dan hati kita tanpa ada pengaruh sedikit pun ke dalam sikap dan tindakan kita. Infak kita tetap biasa saja. Sedekah kita tetap seperti semula; hanya sisa-sisa dari pengeluaran untuk memenuhi keperluan kita sehari-hari.

Kedua: 
Takjub, tetapi kemudian juga segera berapologi dan membela diri. “Ya, memang keimanan kita jauh sekali dengan para Sahabat Nabi saw. Rasa-rasanya susah kita bisa mencontoh keteladanan mereka.” Barangkali begitu komentar kita. Setelah itu, infak dan sedekah kita pun tak pernah meningkat; biasa-bisa saja seperti semula meski mungkin penghasilan kita terus bertambah. Sebabnya, kita sendiri sudah menegaskan: sulit mencontoh para Sahabat Nabi saw.

Ketiga: 
Kita takjub, lalu merenung. Namun, kita pun kemudian menimbang-nimbang saat berinfak. Pada akhirnya, mungkin infak dan sedekah kita meningkat sedikit dari sebelumnya karena kita masih bisa beralasan, “Ya, kalau disedekahkah semuanya, gimana untuk memenuhi keperluan kita dan keluarga kita?” Barangkali demikian komentar kita. Kebanyakan kita masih belum yakin dengan rezeki sebagai ketetapan dari Allah SWT. Kebanyakan kita pun masih belum yakin dengan balasan yang berlipat ganda—di dunia dan akhirat—dari amalan sedekah dan infak di jalan Allah SWT. Pada akhirnya, kisah-kisah tentang dahsyatnya infak dan sedekah para Sahabat Nabi saw. tetap sesuatu yang kecil pengaruhnya untuk menguatkan keyakinan sekaligus meledakkan semangat kita untuk melakukan hal yang sama.

Keempat: 
Takjub dan terharu sekaligus. Akal dan kesadaran kita segera tergugah. Perasaan kita segera bangkit untuk juga melakukan apa yang telah banyak dilakukan dan dicontohkan oleh para Sahabat Nabi saw. dalam hal infak dan sedekah mereka. Tak berlama-lama, kita akan segera mengeluarkan sebagian besar—bukan sebagian kecil—harta dan penghasilan kita untuk infak di jalan Allah SWT dan sedekah bagi fakir miskin. Tak ada lagi waktu untuk menimbang-nimbang. Tak ada masanya lagi untuk berpikir ulang. Dasarnya hanyalah satu keyakinan: Rezeki tak akan berkurang karena sedekah. Sebaliknya, sedekah pasti membawa berkah, selain akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Pada akhirnya, kita tak ragu lagi untuk menolong agama Allah SWT ini, juga untuk berbagi dengan kaum dhuafa; tentu tanpa rasa takut jatuh miskin. Bahkan hidup sederhana kini menjadi obsesi kita, sebagaimana yang  telah secara gamblang dicontohkan oleh Ummul Mukminin Aisyah ra. di atas, juga para Sahabat Nabi saw. yang lain, termasuk tentu saja sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw. Menjadi kaya tak lagi menjadi orientasi utama. Menumpuk-numpuk harta tak lagi menjadi obsesi  di dalam dada.

Dari keempat tipikal di atas, kita termasuk yang mana?

 
sumber: hidupberkah.com
Read more > Sedekah Berlimpah Berkah
 
 
Copyright © MXM BERBAGI INFO
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo