Selasa, 06 Maret 2012

TIPS MERAWAT BALITA

Perawatan kesehatan anak memang harus ekstra hati-hati dan kita sebagai orang tua mesti benar-benar memperhatikan kondisi, perilaku, lingkungan dan bahkan apa saja yang telah dikonsumsi anak-anak kita(makanan). Berikut tips-tips saya dalam merawat anak.
  1. Jika batuk ada kemungkinan karna kecapaian, masuk angin dan makanan (jajanan kecil atau snack, chiki dll). Hindari atau kurangi jajan dengan rasa source / perasa yang tinggi. Biasakan jajan dengan makanan yang sehat, seperti susu, roti, agar, dan coklat.  
  2. Jika pilek ada kemungkinan karna kondisi cuaca yang dingin, atau cuaca panas kemudian minum es /air dingin, tertular oleh orang tua, kakak/adik atau ketika sedang bermain dengan teman yang sedang pilek.
  3.  Jika sariawan ada kemungkinan karna cuaca, pola makan ( biasanya gorengan yang paling cepat mempengaruhi).
  4. Jika panas badan tinggi, hal ini banyak penyebabnya menurut pengalaman saya karna tumbuh gigi, batuk, pilek, infeksi hidung ISPA, infeksi lambung/gangguan pencernaan, luka di tubuh seperti habis jatuh, kecapaiaan dan menurut orang tua dulu katanya si anak mau pintar yang berarti si anak sedang tumbuh berkembang baik tubuh dan mentalnya. Untuk hal seperti ini kita tidak terlalu kawatir.
  5. Untuk kasus anak sering panas tinggi dan anak cenderung stip (kejang karna panas yang tinggi) orang tua harus sangat ekstra hati-dan selalu sedia obat penurun panas untuk pencegahan pertama. Sediakan pula termometer untuk mengetahui panas badan dan jangan ketinggalan obat anti kejangnya. Walaupun sudah diberikan obat penurun panas dan obat anti kejang jika panas terjadi segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan obat dan perawatan yang tepat agar pemicu panas si anak bisa dideteksi. Kalau bisa dideteksi biasanya pemulihan / penurunan panasnya cepat sekali. Dan bila diperlukan harus rawat inap ikuti petunjuk dokter demi kesehatan anak kita.
Tips-tips sehat balita yang lain   :
  1. Memberikan sentuhan (pijitan halus ) menjelang tidur (dengan dibalur minyak kayu putih atau vicks vaporub untuk usia diatas 3 tahun). Jika pijitan kita belum cukup membuat nyaman si anak, (tandanya adalah ketika sudah tidur setelah kita pijit si anak tidurnya masih gelisah) maka anak perlu diurut oleh ahli urut bayi ( jawa:dukun bayi). dan akan bagus jika hal ini dilakukan secara berkala 1 bulan atau dua bulan diurut dukun bayi.
  2. Tidak sembarangan memberikan makanan/jajanan. meskipun dari mini market / super market. karna anak balita sangat sensitif dengan berbagai hal disekitar kita.
  3. Jangan membiarkan anak berlama-lama tidak memakai baju.
  4. Jangan membiarkan anak kelelahan dan berkeringat dalam waktu yang lama. segera setelah bermain dan berkeringat, basuh dengan air dan istirahatkan dengan diberikan susu.
  5. Perhatikan anak dengan kasih sayang, dan cobalah untuk mencari dan menganalisa setiap anak sakit dengan bertanya, apa penyebab utamanya, stelah ketemu hindari untuk menjaga kesehatan anak kita.
    Sekian semoga bermanfaat
Sumber : https://d132a.wordpress.com/2009/02/04/bagaimana-menghindari-alergi-debu/
Read more > TIPS MERAWAT BALITA

9 Cara Ampuh Hadapi Balita


Bayi yang baru lahir bagaikan kain yang mulus dan bersih. Ibarat sebuah kanvas putih, Anda memegang piring berisi penuh cat beraneka warna dan kemudian mulai berpikir, bagaimana harus mulai melukis dan memilih warna sehingga menghasilkan sebuah karya seni yang indah. Nah, agar kanvas putih bersih tadi bisa menjadi lukisan yang indah, ada banyak hal yang sebaiknya kita lakukan

1. Selalu memberi contoh yang baik
Sejak lahir, anak sudah memerhatikan dan menanti untuk belajar. Setiap gerakan, suara, dan sentuhan, menjadi bagian dari pengalaman hidupnya. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memberinya pelajaran agar perilakunya yang tak baik bisa diubah. Hanya perlu diingat, akan lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengubah perilakunya setelah sekali dipelajarinya. Jadi, beri selalu contoh yang baik.


2. Bayi membutuhkan banyak perhatian dan cinta kasih
Memberi perhatian hanya ketika bayi menangis akan membuat tangisnya lebih keras. Dengan kata lain, lewatkan waktu sebanyak-banyaknya dengan si kecil dengan menggendongnya, menyanyikan lagu, bermain bersama, dan sebagainya. Perbanyaklah perilaku yang positif dan hilangkan yang negatif. Jika bayi bangun dari tidur dan Anda mendengar dia bergerak, pindahkan sebelum dia mulai menangis.

Jika menunggu sampai dia menangis, pasti dia akan menangis lebih keras dan lebih cepat di lain kesempatan. Jika dia telah mulai menangis, tunggu di luar pintu sejenak sampai dia agak tenang, baru masuk. Dengan demikian, bayi akan merasa dan belajar, Anda hanya akan masuk pada saat keadaan tenang.

3. Reaksi orang tua atas perilaku anak
Pernah, kan, Anda melihat di taman bermain tiba-tiba seorang anak melemparkan pasir ke temannya dan mengenai mata si teman? Atau si kecil memukul, menendang temannya? Nah, reaksi pertama dari kebanyakan orangtua adalah menekuk muka, kaget, lari secepatnya untuk memeluk anaknya, melindunginya dari bahaya.

Dari gambaran ini terlihat, reaksi orangtua berbeda-beda. Pernahkah Anda perhatikan, sebetulnya anak tidak menangis ketika dinakali temannya dan baru meledak tangisnya ketika dia melihat muka ibunya? Jika Anda dapat bersikap tenang, maka anak pun akan tetap menjadi tenang.

4. Hentikan Teriakan
Terkadang, anak berteriak, entah karena bertengkar atau menginginkan sesuatu lalu memanggil Anda dengan suara lantang. Tak ada salahnya satu saat, ketika ia berteriak lagi, datangi anak lalu berlutut di hadapannya.

Tatap matanya lalu katakan, "Kuping Mama sakit mendengar teriakanmu. Mama juga tak mengerti apa yang ingin kamu katakan kalau kamu bicara sekeras itu. Coba, deh, omong biasa dengan suara yang manis, pasti Mama bisa dengar dan mengerti keinginanmu." Setelah itu, tinggalkan anak. Nah, ketika si kecil sadar bahwa ia tidak diperhatikan atau dipenuhi keinginannya, ia akan berhenti berteriak.

5. Alihkan Perhatian
Jangan melihat sebagai sebuah hukuman jika Anda membawa si kecil ke kamarnya untuk sesaat ketika ia mengamuk. Mengalihkan sesaat perhatiannya adalah hal yang baik untuk mengubah perilaku negatif anak. Ketika ia rewel di restoran, misalnya, bawa anak keluar sejenak. Hal ini dapat Anda lakukan hingga anak berusia 2 tahun. Cari tempat yang tak ramai agar anak tenang. Jelaskan padanya, Anda tak menyukai perilakunya dan katakan apa yang Anda inginkan darinya.

6. Pentingnya Tidur Siang
Anak balita sangat memerlukan waktu untuk tidur dan setiap perubahan dari rutinitasnya akan mengakibatkan perilaku yang tidak diharapkan. Buatlah jadwal berbelanja, ke mal, mengunjungi teman, pada jam-jam yang sesuai dengan anak. Ingat, jika Anda mengubah jadwal, Anda dan si kecil akan menderita. Dia rewel karena ngantuk, Anda pun tak bisa leluasa berbelanja.

7. Puji Perilaku Positif
Jangan hanya mudah menghukum anak, tapi sirami ia dengan pujian pula jika menunjukkan tingkah laku yang baik. Dengan cara ini, anak akan terdorong untuk selalu berperilaku baik karena pujian dirasakannya sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membuatnya merasa diperhati-kan. Ingat, perhatian sangat berarti. Sekecil apa pun anak Anda.

8. Aturan Mudah & Konsisten
Anak-anak dapat mulai belajar mengenal peraturan seperti mengembalikan mainan pada tempatnya sehabis bermain, berbicara dengan sopan dan pelan di meja makan, sejak usia yang sangat dini. Coba buat aturan (yang tidak terlalu ketat) jika memungkinkan dan tetaplah konsisten. Misalnya, jangan izinkan dia mengambil mainan lain dari boks mainan sebelum dia mengambil mainan yang ada di lantai.

9. Santai
Nikmati waktu saat ini dan nikmati pengalaman menjadi orangtua. Pahami pula, Anda kerap harus terantuk sebelum menemukan jalan dan cara terbaik untuk mendidik anak. Anda pun harus merasa beruntung karena di zaman yang serba modern ini, bisa mendapatkan pengetahuan dari mana saja. Beda dengan orangtua kita zaman dulu yang sukses menjadi orang tua yang baik tanpa panduan dari buku, psikolog anak, dan lainnya
Read more > 9 Cara Ampuh Hadapi Balita

20 Hal Penting Perawatan Bayi Baru Lahir


Syukur, mungkin kata itu memang pantas diucapkan atas kelahiran si anggota baru keluarga. Perjuangan yang sarat penat ketika sembilan bulan mengandung dan perjuangan antara hidup dan mati ketika melahirkan seolah terhapus begitu saja saat mendengar tangisan pertamanya di dunia ini. Bila ini adalah pengalaman pertama tentunya akan menjadi suatu pengalaman yang tak terlupakan dan tak bisa dipungkiri, perasaan menjadi wanita seutuhnya telah membuncah di dada.
Namun, tak jarang yang juga merasakan kepanikan usai persalinan. Panik karena tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Oleh karena itu, persiapan yang baik harus dilakukan. Salah satunya, dengan memahami hal-hal apa saja yang perlu diketahui dan dilakukan untuk si buah hati Anda.
Tulisan berikut akan mengajak Anda menelusuri 20 (dua puluh) hal penting yang perlu Anda ketahui tentang perawatan bayi baru lahir. Hal-hal ini sengaja dirangkum dari kondisi tersering yang sering dialami dalam enam bulan pertama perawatan bayi. Semoga kepanikan akibat perasaan ketidakmampuan akan tergantikan dengan semangat yang menggebu-gebu untuk memberikan yang terbaik bagi si kecil. Selamat menyimak.
1. ASI (Air Susu Ibu) yang tidak keluar pada hari pertama dianggap masih normal.
Benar. Pada dua tiga hari pertama, produksi ASI masih sangat sedikit. Hal ini sesuai dengan keadaan si bayi, dimana masih banyak terdapat cairan dalam tubuh bayi sehingga bayi tidak banyak membutuhkan ASI atau PASI dalam dua tiga hari pertama. Anda tidak perlu memberikan si kecil susu formula lantaran kuatir si kecil akan kehausan karena tidak mendapatkan ASI.

2. ASI sebaiknya diberikan segera setelah lahir.
Dewasa ini, para dokter ahli kebidanan menganjurkan agar bayi yang baru lahir segera disusui. Hal ini bernilai positif karena kondisi ini adalah kontak kulit pertama bayi dengan ibunda tercinta. Sebuah kegiatan yang menciptakan ikatan batin yang tak ternilai. Bayi baru lahir bayi sudah dapat menangis dan bernapas dengan baik serta tubuhnya sudah dibersihkan dari darah dan lendir) diletakkan di dada ibu. Ajaibnya, meski bayi belum dapat melihat dengan sempurna, ia akan akan merangkak mencari puting ibunya dan akan mulai menyusu. Susui sedari awal bayi Anda dalam 30 menit setelah lahir. Kegiatan pengenalan awal dalam menyusui ini dikenal dengan istilah breast crawl atau dikenal juga dengan Inisiasi Menyusui Dini. Pemberian ASI dini ini akan merangsang keluarnya ASI selanjutnya.
3. ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi.
ASI memang terbukti paling unggul dan merupakan makanan terbaik bagi bayi. Apa pasal? ASI adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk bayi. Anda akan tercengang karena begitu banyak kandungan gizi di dalam ASI. Apa saja yang manfaat ASI? Pertama, ASI mengandung semua kebutuhan gizi yang diperlukan bayi. Kedua, ASI mengandung zat gizi yang mudah dicerna bayi. Ketiga, produksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Kemudian, yang keempat, ASI mengandung berbagai zat anti sehingga bayi tidak mudah terkena infeksi. Manfaat kelima adalah ASI tidak mengandung kuman. Keenam, ASI selalu segar dan tidak pernah basi serta bisa diberikan kapan saja dan dimana saja. Ketujuh, ASI dapat mencegah alergi. Dan kedelapan, yang merupakan bagian terpenting, ASI akan mempererat hubungan batin antara Anda dan dirinya. Masih adakah alasan kita untuk tidak memberikan ASI untuk si kecil? Berikanlah ASI secara ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan.
4. Menyusui pun ada ilmunya.
Cara menyusui yang benar dapat dilakukan dengan cara-cara berikut. Letakkan wajah bayi menghadap ke payudara Anda dengan cara menyangga kepala bayi dengan satu tangan. Posisi ini akan membuat kepala bayi lebih tinggi daripada dada dan perutnya (seperti posisi setengah duduk). Dekaplah bayi Anda dengan lembut sehingga perutnya akan bersentuhan dengan perut Anda. Dengan tangan Anda yang lain, sanggalah payudara agar mudah dicapai oleh mulut bayi. Pastikan puting payudara dan bagian sekitar areola (bagian berwarna hitam yang mengelilingi puting payudara Anda) masuk ke dalam  mulut bayi. Biarkan ia mengisap sampai kenyang dan penting pula, biasakan ia mengisap dari kedua payudara Anda.
Posisi menyusui sambil berdiri yang benar
Posisi menyusui sambil berdiri yang benar (Perinasia, 1994)
Posisi menyusui sambil duduk yang benar
Posisi menyusui sambil duduk yang benar (Perinasia, 1994)
Posisi menyusui sambil rebahan yang benar
Posisi menyusui sambil rebahan yang benar (Perinasia, 1994)
5. Pemberian ASI sebaiknya tidak boleh diselingi dengan susu formula.
Perlu dicatat bahwa bila tidak ada hal-hal yang menghalangi ibu memberikan ASI pada bayi seperti kondisi ibu yang sakit berat, atau bila mendapat sedang dalam tahap pengobatan dengan obat yang dapat dikeluarkan bersama ASI dan dapat membahayakan kesehatan bayi atau bila ASI tidak dapat keluar sama sekali, maka pemberian susu formula mendapat tempat.
Sebaliknya, bila ASI diselingi dengan pemberian PASI (Pengganti ASI, misalnya susu formula) padahal ibu tidak ada halangan memberikan ASI, akan memberikan dampak yang tidak baik. Produksi ASI akan berkurang karena tidak selalu dikosongkan melalui rangsangan hisapan bayi. Segala kebaikan dan manfaat ASI tentunya tidak akan diperoleh oleh bayi. Selain itu, bayi akan mulai belajar minum dengan dot, yang bagi si kecil, kegiatan ini lebih menyenangkan karena ia tidak perlu bersusah payah mengisap namun pancaran susu cukup banyak. Mungkin, pernyataan berikut cukup bijak mewakili kondisi ini: untuk apa memberikan pengganti, jika yang digantikan masih ada. Setuju ya?
6. Bayi tampak kuning pada minggu pertama masih dianggap normal.
Kuning pada bayi, atau istilah medisnya adalah ikterus, boleh jadi hal yang normal dan bisa juga sebaliknya. Pada sebagian besar bayi, kondisi ini masih normal. Kuning pada bayi biasanya muncul pada hari ketiga setelah lahir, terlihat samar-samar Warna kuning ini disebabkan adanya kadar bilirubin – suatu zat hasil pengolahan sel darah merah – yang meninggi di dalam darah. Bila diperiksa, kadarnya mencapai 5 mg per 100 cc darah atau lebih. Normalnya, kadarnya kurang dari 1 mg per 100 cc darah. Warna kuning ini harus menghilang setelah minggu kedua. Jadi, bila kuning muncul sedari hari pertama atau kuningnya tidak menghilang setelah 10 hingga 14 hari, sebaiknya perlu diperiksa dengan teliti. Kadar bilirubin yang terlampau tinggi, pada bayi baru lahir, dapat membahayakan bayi karena dapat merusak otak.
7. Bayi yang kuning tidak perlu dijemur dibawah sinar matahari.
Sebenarnya tidak perlu menjemur bayi kuning di bawah sinar matahari karena memang tidak ada manfaatnya. Kuning pada bayi akan menghilang dengan sendirinya pada minggu kedua. Namun bukan berarti hal ini dilarang. Silahkan lakukan bila hal ini dapat memberikan efek psikologis pada Anda dengan catatan, jangan terlalu lama. Lakukan selama kurang lebih 15menit dibawah sinar matahari pagi tatkala matahari belum terlalu tinggi.
8. Talipusat butuh perawatan yang tepat.
Talipusat bayi bukan hiasan semata. Perawatan perlu dilakukan agar tidak terjadi infeksi sebelum talipusat lepas dengan sendirinya (istilahnya disebut dengan puput). Prinsipnya adalah menjaga puntung talipusat supaya tetap bersih dan kering hingga dapat lepas dengan sendirinya. Anda tidak perlu mengoleskan apapun pada puntung. Bila keadaannya tetap kering, Anda dapat membersihkan setiap selesai mandi atau buang air dengan menggunakan cotton bud (pembersih liang telinga) yang diolesi alkohol 70%. Sebaiknya tidak menggunakan antiseptik karena kandungan yodium di dalamnya dapat mengganggu pertumbuhan kelenjar gondoknya. Bila menggunakan popok, lipat popok dibawah pusat, tidak membalut talipusat. Hal ini dimaksudkan agar ketika si kecil buang air kecil, talipusat tidak basah terkena air kencing. Talipusat umumnya lepas dalam waktu 5 hari hingga 7 hari meski kadang ada yang sampai dua minggu.

9. Cara bijak memandikan bayi.
Sebenarnya, bayi tidak perlu dimandikan (yakni dengan mencelupkan ke dalam bak mandinya) dalam 1 – 2 minggu pertama. Namun bayi harus tetap dibersihkan dan dikeringkan setiap kali pipis atau buang air besar. Kalau puntung talipusat belum puput, bayi cukup dibersihkan dengan lap saja karena puntung talipusat yang basah, cenderung menimbulkan infeksi. Gunakan air hangat-hangat kuku. Bukalah pakaiannya dan segera selimuti dengan handuk. Buka daerah tubuh bayi yang akan dilap saja agar bayi tidak kedinginan. Untuk wajah, tidak perlu menggunakan sabun. Gunakan sabun untuk mengelap bagian tubuh lainnya. Jangan lupa bersihkan juga daerah selangkangannya.
Kalaupun Anda lebih memilih untuk memandikannya, tidak mengapa. Yang penting, tahu caranya. Bila talipusat belum puput, Anda dapat menyelupkan ke dalam bak mandi kecil khusus si kecil. bayi boleh dimandikan di dalam bak mandi kecil. Gunakan air hangat-hangat kuku. Masukkan bayi secara perlahan-lahan. Mula-mula, basuhlan wajah, bagian kepala, kemudian seluruh tubuhnya tanpa menggunakan sabun. Lalu basuh kembali tubuh dan bagian lainnya dengan sabun, kemudian dibilas. Bila talipusat belum puput, segera keringkan talipusatnya seusai mandi dan olesi dengan alkohol 70%.
10. Napas bayi berbunyi grok-grok tidak selalu berarti pilek.
Pada bayi hingga usia beberapa bulan, rongga hidungnya masih sempit terutama saat pagi hari atau udara dingin. Alhasil, napasnya menjadi berbunyi grok-grok. Jadi, bukan berarti pilek. Tidak perlu diobati karena akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Penyebab lainnya, adalah adanya peningkatan produksi lendir yang biasanya dialami bayi dengan bakat alergi atau bila ada infeksi misalnya influensa. Jadi, yang perlu dicermati adalah apakah bayi ada alergi atau infeksi yang biasanya ditandai dengan adanya demam.
11. Keluarnya bercak darah dari kemaluan dapat terjadi pada bayi perempuan.
Bercak darah kadang disertai lendir dari liang kemaluan bayi perempuan seperti menstruasi memang dapat terjadi. Hal ini disebabkan masih adanya pengaruh hormon estrogen ibu yang banyak diproduksi oleh ibu semasa bayi dalam kandungan. Hormon estrogen ini mempengaruhi kelenjar pada rahim bayi perempuan. Tidak perlu dikuatirkan dan hal ini tidak membutuhkan pengobatan karena akan hilang dengan sendirinya seiring dengan penurunan kadar hormon estrogen pada bayi.
12. Pemakaian gurita atau bedong pada bayi tidak dianjurkan.
Sejatinya, bayi dipakaikan gurita dengan tujuan untuk menghangatkan bayi dan mencegah pusar bodong. Hal ini tidak dianjurkan karena memang tidak beralasan. Pemakaian gurita, apalagi bila dipakaikan terlalu ketat, dapat menekan dinding perut bayi sehingga tidak dapat secara bebas mengembang sewaktu bernapas. Alhasil, gurita akan menghalangi pernapasan bayi. Selain itu, gurita yang terlalu ketat juga akan menekan dinding perut sehingga dapat menyebabkan bayi lebih mudah muntah ataupun gumoh.
Sedangkan pemakaian bedong biasanya dengan tujuan mencegah kaki bayi bengkok. Hal ini juga tidak ada pembenarannya. Pembedongan bayi, sebenarnya lebih tepat bila ditujukan agar bayi merasa hangat dan tidur dengan tenang, namun dengan catatan, kenakan bedong dengan longgar. Yang sering terjadi adalah bayi dibedong terlalu rapat dan kuat. Padahal ini tidak boleh karena dapat mengganggu peredaran darah, menghambat pernapasan, dan juga dapat mengganggu perkembangan gerakan (motorik) bayi karena tangan dan kakinya tidak dapat bergerak dengan leluasa.
13. Makanan tambahan selain ASI tidak dianjurkan diberikan sebelum usia 6 bulan.
Makanan tambahan baru boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Sampai usia 6 bulan, sebenarnya ASI saja sudah cukup memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi. Kondisi ini juga berlakui untuk yang mendapatkan susu formula (karena tidak bisa mendapatkan ASI), makanan tambahan tetap diberikan pada usia 6 bulan. Memberikan makanan tambahan sebelum usia 6 bulan memberikan risiko tersedak yang lebih besar dan lebih mudah terjadi alergi. Kematangan saluran cerna bayi umumnya terjadi pada usia 4 hingga 6 bulan termasuk kematangan mekanisme menelan.
Sejenak, kalau kita mencermati, sebelum usia 6 bulan, bayi akan menunjukkan penolakan terhadap makanan bila Anda suapi. Bayi akan melakukan refleks mendorong dengan lidahnya semua benda padat yang masuk mulutnya, kecuali puting susu atau dot yang sudah dikenal sebelumnya. Refleks ini akan menghilang sendirinya saat usia 6 bulan. Artinya, secara alami, bayi memang tidak perlu diberikan makanan tambahan selain ASI.
14. Madu tidak boleh diberikan pada bayi kurang dari 1 tahun.
Hal ini disebabkan karena madu merupakan tempat yang baik untuk kuman yang disebut Clostridium botulinum tumbuh. Kuman ini menyebabkan keracunan makanan yang disebut botulisme. Gejalanya dapat bervariasi mulai dari ringan hingga dapat menyebabkan kematian. Sembelit yang berkepanjangan, kelemahan pada lengan dan tungkai, lemah saat menangis dan mengisap susu, adalah gejala yang sering terjadi.
15. Bayi akan tampak sering tertidur.
Tidak perlu terlalu kuatir. Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur. Ia biasanya hanya bangun bilamana lapar atau ada hal yang membuatnya tidak nyaman misalnya basah karena buang air kecil atau buang air besar. Bayi baru lahir memang belum mengenai perbedaan siang dan malam. Anda pun tidak perlu kuatir karena bayi tidur sesuai dengan kebutuhannya. Rata-rata, bayi baru lahir tidur 16 jam sehari. Kemudian hingga usia 6 bulan, kebutuhan tidurnya mulai bervariasi antara 10 hingga 18 jam sehari. Namun, bila si kecil sudah tidur lebih dari dua jam, tidak ada salahnya Anda bangunkan untuk diberikan ASI.
16. Amati jumlah biji kemaluan bayi lelaki Anda.
Pada sebagian bayi yang lahir cukup bulan, satu atau kedua testis (buah zakarnya) belum teraba pada kantung kemaluan. Secara medis, istilahnya disebut kriptorkismus. Keadaan ini paling sering terjadi pada bayi yang lahir prematur. Makin prematur bayi dilahirkan, makin sering pula dijumpai. Biasanya, sekitar 66% kasus kriptorkismus akan mengalami penurunan testis sebelum usia 6 bulan. Setelah usia ini, biasanya testis tidak akan turun sendiri sehingga memerlukan pengobatan. Jika masih tidak turun hingga usia 2 tahun, tindakan bedah sebaiknya dilakukan. Sebaiknya, diskusikan dengan dokter Anda untuk merencanakan pengobatan yang tepat dan terbaik. Jangan pernah melakukan tindakan sendiri seperti memijat atau berusaha mencari letak testis.
17. Mata bayi tampak selalu berair meski tidak sedang menangis.
Memang benar, mata bayi tampak berair. Hal ini masih normal,dan ini terjadi karena saluran air matanya yang belum berfungsi sempurna. Hal ini membuat kotoran mata yang seharusnya terbuang mengikuti saluran air mata menjadi sedikit menumpuk dan terjadi belekan. Keadaan ini akan hilang dengan sendirinya meski membutuhkan waktu yang bervariasi hingga berbulan-bulan. Ada kalanya, orangtua, dianjurkan melakukan pijatan lembut pada sudut mata di dekat pangkal hidung untuk membantu melancarkan aliran. Namun, bila terlihat berlebihan, bahkan kotoran matanya banyak dan lengket, sebaiknya Anda perlu berkonsultasi ke dokter.
18. Bayi dapat menangis tiba-tiba karena kolik.
Kolik adalah nyeri perut yang munculnya hilang timbul. Biasanya terjadi pada bayi lelaki, gemuk, usia berkisar 2-6 bulan. Gejalanya bayi tiba-tiba menangis, rewel, bahkan tangisannya melengking sehingga membuat orangtuanya panik. Padahal sebelumnya, si kecil tampak sehat saja. Bujuk rayu orangtua untuk mendiamkan tangisan seringkali tidak berhasil, malahan justru orangtuanya yang menjadi gelisah. Bayi terus menangis dan menangis bahkan kadang wajahnya dapat memerah. Namun, setelah serangan kolik ini selesai, bayi pun akan diam dengan sendirinya dan akhirnya tidur seolah tidak terjadi apa-apa.
Kuncinya di sini adalah orangtua harus tetap tenang. Tidak usahlah menggendong bayi hilir mudik berlebihan untuk menenangkan, apalagi bila ikut-ikutan menangis atau bahkan marah. Boleh saja menggendong, namun lakukan dengan lembut. Bila memang benar serangan kolik, maka ini akan berhenti dengan sendirinya dan bayi akan tertidur karena kelelahan.
19. Bayi sebaiknya tidak ditidurkan dalam keadaan tengkurap.
Di negara kita, kebanyakan bayi ditidurkan dalam posisi yang alami yakni terlentang. Dulu, kerap dianjurkan agar bayi ditidurkan dalam posisi tengkurap atau telungkup. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya tersedak atau aspirasi, yakni istilah untuk masuknya makanan ke dalam saluran pernapasan saat bayi gumoh atau muntah. Padahal, yang dapat terjadi justru sindrom kematian mendadak pada bayi yang ditidurkan telungkup. Lain hal bila bayi sudah dapat tengkurap dengan sendirinya, biarkan ia mencari sendiri posisi tidurnya yang nyaman. Jadi dianjurkan, sebelum bayi berusia 4 bulan, sebaiknya tidak menidurkan bayi dalam posisi telungkup atau tengkurap.
20. Jangan lupa berikan imunisasi untuk bayi Anda.
Imunisasi diperlukan untuk memberikan perlindungan bagi bayi Anda dari penyakit infeksi. Sebaiknya, Anda memastikan bayi Anda telah diimunisasi, bahkan semenjak baru dilahirkan. Bayi yang baru lahir perlu mendapat imunisasi BCG, polio, dan hepatitis B. Ikuti program imunisasi yang diwajibkan pemerintah kita antara lain: vaksin BCG, polio, hepatitis B, DTP dan campak, yang bisa diperoleh gratis di puskesmas atau posyandu. Dan program imunisasi yang dianjurkan seperti Hib, MMR, Tifoid, Hepatitis A, Varisela, IPD (pneumokokus) dan influensa, penting juga Anda ikuti. Hanya saja, untuk program imunisasi yang dianjurkan ini, Anda harus menyediakan dana sendiri karena tidak bisa didapatkan secara gratis.
Read more > 20 Hal Penting Perawatan Bayi Baru Lahir

Tips-tips perawatan bayi


tips_merawat_bayiBayi adalah mahluk yang lemah dan sensitif yang memerlukan perawatan khusus secara menyeluruh. Merawat bayi tak cukup hanya dengan perawatan rutin dan reguler, tapi juga harus penuh kasih sayang karena akan memberikan rasa nyaman dan aman kepada bayi.
Saat ini banyak sekali ibu-ibu yang tak lagi bisa merawat bayinya sendiri karena dituntut oleh pekerjaannya sehingga mereka harus menyewa baby sitter. Pilihlah baby sitter yang lemah lembut dan penyabar namun tangkas merawat bayi anda. Bila mungkin carilah baby sitter atas rekomendasi kolega yang anda kenal, karena saat ini banyak sekali sindikat penjualan bayi atau penculikan bayi.

Selain itu, dengan memilih baby sitter yang terpercaya, anda tak perlu lagi selalu was-was jika harus meninggalkan si kecil untuk bekerja.Yang penting dalam merawat bayi, adalah memperhatikan bayi baik makanan, minuman, kebersihan dirinya dan pakaian serta memperhatikan segi psikologis dan emosional bayi. Walaupun belum bisa bicara, namun bayi juga dapat merasakan stres yang menyebabkan bayi selalu rewel.
Buaian dan belaian kasih sayang anda adalah hal yang penting yang dapat menenangkan bayi. Bila bayi telah cukup umur, sesekali ajaklah bayi berjalan-jalan di tempat yang ramai untuk memperkenalkannya kepada dunia luar. Jangan hanya mengurung bayi di dalam rumah terus menerus karena dapat menyebabkan bayi takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Kenalkan pula kepada tetangga atau kolega anda, sekaligus anda juga bisa memamerkan buah hati anda yang lucu.
Memfasilitasi bayi dengan mainan bayi yang cukup juga dapat mengurangi tingkat stresnya. Berikan ruang bermain yang cukup baik di dalam tempat tidurnya atau di kamar tidur. Bila mungkin sediakan ruang bermain yang cukup luas tanpa ada benda-benda tajam di dalamnya.
Berikan batas untuk menghindarkan bayi anda terjatuh. Untuk sementara jauhkan berbagai macam koleksi barang pecah belah anda, atau bila mungkin jauhkan ruang bermain bayi dari tempat anda menyimpan koleksi pecah belah anda.
Selain itu, perhatikan pula kebersihan baik kebersihan bayi dan pakaian juga lingkungan tempat tinggal anda. Jauhkan bayi anda dari binatang-bintang peliharaan untuk menghindarkan dari penyakit takso yang menular karena virus dari binatang peliharaan. Bila bayi anda punya kakak yang umurnya tak berbeda jauh dari bayi, minta kakak si bayi turut menjaga adiknya. Hubungan kakak-adik yang harmonis yang dibina sejak kecil dapat terbawa hingga dewasa nanti dan mereka akan menjadi saudara yang akur.
Bayi yang sehat akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan itu semua tergantung dari cara anda merawat dan memperhatikan perkembangan buah hati anda. Pantaulah perkembangan anak anda dari semua segi baik fisik dan emosional serta perkembangan otaknya. Pahami bayi anda sebagai seorang individu dan jangan biarkan dia mengalami stres.
Anda boleh memanjakan bayi anda tapi anda juga harus memberikan batasan-batasan tegas dan memberikan larangan bila bayi anda melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya. Perbanyak juga informasi mengenai bayi yang bisa anda dapatkan dari berbagai sumber.
Read more > Tips-tips perawatan bayi
 
 
Copyright © MXM BERBAGI INFO
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo